Pages

Ads 468x60px

Minggu, 31 Januari 2010

Perantau Minang di Jawa Barat serahkan Bantuan untuk korban Gempa

PADANG,---Sebanyak 153 orang yang menjadi korban gempa, 30/9 lalu dari sembilan kelurahan di Kecamatan Pauh, Padang mendapat bantuan dari Perkumpulan Keluarga Minangkabau di Jawa Barat. Penyerahan bantuan masing-masing sebesar Rp.50 ribu tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua Perkumpulan Keluarga Minangkabau di Jawa Barat, Drs.H.Asril Das di Kantor Camat Pauh, Sabtu (30/1).

Turut hadir, Camat Pauh, M.Frengki Willianto S, STP, M.Si dan Staf khusus Walikota Padang bidang hukum dan politik, Surya Budhi, SH, dan lurah se Kecamatan Pauh.

Asril Das menyatakan bahwa total bantuan yang dikumpulkan oleh perantau Minangkabau di Jawa Barat mencapai Rp.840 juta yang telah dibagikan ke daerah yang menjadi korban gempa terparah, seperti Kabupaten Padangpariaman dan Kota Padang.

"Untuk Kota Padang, masing-masing kelurahan mendapatkan 17 orang untuk menerima bantuan dari perantau Minang tersebut,"ujar Asril.

Pengusaha sukses ini menambahkan sebagai bentuk lanjutan dari bantuan terhadap masyarakat di kampung halaman, Asril Das akan membantu pengadaan buku di kecamatan Pauh.

"Jika ada nagari atau kelurahan dan kecamatan yang masih mau membuat perpustakaan, kita akan membantu pengadaan buku yang merupakan terbitan saya sendiri,"ujar pengusaha penerbit Lubuk Agung ini.

Dikatakannya, buku sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama berkaitan dengan ilmu-ilmu yang langsung bisa dipraktekkan oleh masyarakat.

"Jadi, sambil masyarakat menunggu pelayanan di Kantor Camat atau kantor lurah, mereka bisa membaca buku. Pelayanan didapatkan, ilmu masyarakat juga semakin bertambah,"ujar Asril.

Sementara itu, Camat Pauh, M.Frengki Willianto S, STP, M.Si mengapresiasi bantuan yang diberikan perantau Minang di Jawa Barat. Frengki mengucapkan terima kasih atas kepedulian dunsanak di perantauan kepada masyarakat di Kecamatan Pauh.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian perantau Minang di Jawa Barat yang peduli kepada Masyarakat Sumbar pada umumnya dan Kecamatan Pauh pada khususnya,"ungkap Frengki.

Dikatakan Frengki, Kecamatan Pauh masih akan mendapat bantuan terhadap korban gempa yang hingga kini masih berada di tenda darurat, seperti bantuan dari Real Estate Indonesia, PMI dan lain-lain.

"Hingga sekarang masih dalam tahap survey oleh lembaga yang bersangkutan,"kata Frengki.

Asniati, warga Kelurahan Limau Manis Selatan yang mendapat bantuan gempa menyatakan harapannya agar para perantau Minang dapat memperhatikan ekonomi masyarakat di kampung halaman pasca gempa.

"Saya mengharapkan agar perantau Minang memperhatikan masyarakat di kampung halaman dengan membina ekonomi masyarakat di kenagarian,"ungkap Asniati
read more

Dihantam longsor,Hari ini Jalinsum Bukittinggi-Sumut kembali Normal

KAB.AGAM---Setelah mengalami macet total sekitar sembilan jam akibat longsor yang terjadi di jalan lintas Sumatera (jalinsum) Bukittinggi - Sumatera Utara tepatnya di daerah Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam Jumat (29/1), pada Sabtu (30/1) sekitar pukul 03.00 WIB sudah mulai lancar kembali. Namun, satu rumah penduduk yang tertimbun longsor sudah tidak bisa diperbaiki kembali, karena sudah rata dengan tanah.

Berdasarkan pantauan  di lapangan Sabtu (30/1), terdapat sebanyak sekitar 10 titik longsor di daerah antara Padang Hijau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam sampai ke Batang Palupuh. Dan diantara longsor tersebut terdapat dua diantaranya cukup parah, sebab sebagian badan jalan terban ke dalam jurang berkedalaman sekitar 20 meter. Sehingga, kendaraan yang melewati daerah itu harus hati-hati dan harus jalan satu-satu, sebab lebarnya jalan tidak bisa lagi dilalui dua kendaraan.

Sebanyak 10 titik longsor yang menimbun jalinsum tersebut, baru bisa dilewati kendaraan pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB, setelah turunnya alat berat dari Bukittinggi membantu mengangkat meterial longsor yang menimbun badan jalan. Akibat longsor yang terjadi, sekitar sembilan jam menyebabkan masyarakat di Batang Palupuh menjadi terisolasi, sebab akses menuju Bukittinggi dan ke Kecamatan Palupuh sendiri tertutup longsor.

Salah seorang masyarakat Batang Palupuh Dasrial Malin Pono (49) yang ditemui menjelaskan awalnya terjadi beberapa longsor pada Jumat (29/1) di daerah itu, karena hujan deras mulai pukul 17.00 WIB dan tiba-tiba sekitar pukul 18.00 WIB beberapa tebing mulai longsor dan salah satu rumah permanen berukuran 9 x 6 meter milik familinya Irma (34) juga ikut terbawa longsor dan rata dengan tanah dan tidak satupun perabotan yang bisa diselamatkan. Untung dalam kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, sebab kondisi rumah dalam keadaan kosong karena sudah ditinggalkan pemiliknya ke Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

"Sebenarnya, rumah itu sudah kosong, dan barang-barang berharga  sudah tidak ada lagi, tapi sebelum hujan saya sudah memindahkan kursi dari rumah untuk diletakkan sementara di rumah itu, karena pada Minggu kami akan baralek. Tapi setelah, semua kursi yang besar-besar sudah dimasukkan di tempat itu, ternyata datang hujan lebat dan menghantam rumah adik saya itu, dan rata dengan tanah, termasuk semua kursi saya juga hancur . Dari perkiraan sementara, bangunan serta perabotan yang hancur, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta,"terang Dasrial.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur di wilayah Kabupaten Agam sepanjang sore Jumat (29/1)  mengakibatkan longsor di daerah Batang Palupuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Tanah longsor yang menimbun badan jalan di dua belas titik membuat arus lalu lintas Bukittinggi - Medan putus total, selain kemacetan beberapa kendaraan juga terjebak longsor dan sebuah rumah ikut terbawa longsor ke badan jalan dari atas bukit.
read more

Sabtu, 30 Januari 2010

Polda Sumbar tangkap pengedar Uang Palsu

PADANG---Polisi Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil menggagalkan peredaran uang palsu (upal) senilai Rp1,1 Milyar di Sumatera Barat, dan menangkap empat pengedarnya, Jumat (29/1). 

Hasil penyelidikan sementara dilakukan pihak kepolisian di Mapoltabes Padang dan Mapolda Sumbar, tiga pelaku yang berasal dari Jakarta mengaku bernama Herman  (40), Masril (50), Budi Santoso (40) dan Mukhlis (30) yang berasal dari Padang di duga ikut membantu pelaku.

Empat tersangka ditangkap di dua tempat berbeda, Herman dan Masril, ditangkap tim buser Ditreskrim Polda Sumbar ketika akan bertransaksi di sebuah rumah makan di Ulak Karang Kecamatan Padang Utara, ditangan mereka polisi menyita upal pecahan Rp100 ribu jumlahnya mencapai Rp1,1 miliar. Sedangkan Budi dan Mukhlis yang sempat kabur dengan mobil Toyota Avanza merah hati bernopol F 1102 GT ditangkap tim gabungan Poltabes Padang di daerah Tanah Sirah Kecamatan Padang Selatan.
Informasi sementara yang dihimpun wartawan menyebutkan, penangkapan berawal dari adanya informasi kalau pada Jumat, tiga orang pelaku (Herman, Masril dan Budi) akan bertransaksi upal di Kota Padang. Tim buser Ditreskrim yang dipimpin Kombes Pol Dwi Riyanto langsung menyiapkan strategi untuk menjebak ketiganya.
Sekian lama mengintai, akhirnya aparat mendapat kabar kalau sindikat upal akan bertransaksi di salah satu rumah makan di Ulak Karang. Pengintaian pun dilakukan. Ternyata memang benar, mobil dikemudikan pelaku mengarah ke tempat tujuan. Di dalam rumah makan, calon pembeli upal sudah menanti. Namun, yang turun ke dalam rumah makan hanya Herman dan Masril. Mereka menenteng koper warna hitam. Sedangkan Budi tetap di mobil.
Tanpa perlawanan, mereka digiring ke mobil polisi. Setelah diperiksa, ternyata tas yang ditenteng berisi upal pecahan Rp100 ribu lama berbahan campuran plastik. “Mereka berhasil ditangkap tanpa perlawanan, upal yang disita, jika dihitung banyaknya sekitar Rp1,1 miliar,” ujar salah seorang anggota buser Ditreskrim.
Sementara itu, Budi sebagai sopir yang tinggal di mobil langsung kabur melihat aksi penangkapan terhadap temanya. Aparat sempat kehilangan jejak Budi. Tapi, Budi tak tahu jalan di Kota Padang, pasalnya, dia mengaku baru pertama berada di Kota Padang, sehingga dia berputar-putar untuk mencari jalan keluar dari Padang, sekitar pukul 17.30 WIB, ketika berada di kawasan Rumah Sakit M Djamil, Budi bertemu dengan Mukhlis yang sedang berjalan kaki.
Budi mengaku sesat di Kota Padang dan meminta Mukhlis untuk menunjukkan jalan keluar dengan janji diberi uang setelah berhasil keluar dari Kota Padang. Mukhlis pekerja serabutan, yang ditenggarai sedang kesulitan uang karena istri siap melahirkan akhirnya tergiur. Mukhlis mengabulkan permintaan Budi.

Akhirnya, Mukhlis menunjukkan Budi jalan ke arah Solok. Mobil terus melaju dengan kencang, Budi tidak tahu kalau dia sedang dibuntuti. Sampai di Simpang Lubuk Begalung, polisi menyetop mobil yang dikemudikan Budi. Bukannya berhenti, Budi malah tambah ngebut. Polisi langsung memburu. Persis di jembatan Tanah Sirah, polisi berhasil menghentikan aksi Budi. Keduanya ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Lubuk Kilangan, seterusnya dibawa ke Poltabes Padang.
Sampai di Poltabes Padang, aparat langsung menggeledah mobil Avanza yang dikemudikan pelaku. Ternyata, tak hanya uang saja yang palsu, nopol mobil Avanza digunakan pun tidak asli. Di atas mobil, aparat menemukan seragam Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), pentungan hansip, sarung pistol, dan beberapa helai baju. Selain itu, upal yang jumlahnya hampir Rp100 juta juga ditemukan di atas mobil. Setelah diinterogasi oleh jajaran Reskrim Poltabes Padang, keduanya dipindahkan ke Mapolda Sumbar. Budi bergabung dengan dua pelaku lainnya.

Kepada polisi, Herman Tobing berpakaianm safari layaknya paspampres mengaku, uang itu diambil dari pria berinisial “H” (masih buron) di Jakarta. Setelah mendapatkan uang, bersama Masril asli Lubuakbasuang Kabupaten Agam, keduanya langsung melakukan kontak dengan jaringannya yang ada di Padang. Mendapat kata sepakat, keduanya mengajak Budi untuk jadi sopir ke Padang.

“Upal itu kami ambil di Jakarta. Setelah memastikan ada yang akan mengambil di Padang, kami langsung jalan. Semuanya sudah diatur dengan calon pembeli, termasuk tempat untuk transaksi. Kami tidak tahu alamat pastinya,” tutur Masril yang berperawakan kurus.
Semantara itu, Budi yang menjadi sopir mengaku, tidak tahu bahwa tujuan mereka ke Padang untuk menyebarkan upal, “Saya tidak tahu apa-apa, saya hanya sebagai sopir. Bapak (Herman) awalnya minta diantar ke Medan, saya menyanggupi. Dalam perjalanan, ternyata dia berubah tujuan dan menyuruh saya ke Padang dan saya menurutinya, toh yang saya pikirkan, bisa dapat uang untuk makan sehari-hari. Ternyata mereka mau mengedarkan uang palsu. Sumpah! Saya tak tahu,” kata Budi merasa di tipu oleh temannya.

Lain halnya dengan Mukhlis. Pria yang mengaku tinggal di Tarandam, Kecamatan Padang Timur, mengaku hanya berharap uang yang diberikan Budi. “Saya tak tahu kejadiannya seperti apa. Saya hanya diminta untuk menunjukkan jalan. Kata dia (Budi), saya akan diberi uang. Tentu saja saya mau. Sebab sudah beberapa hari tidak kerja. Istri saya siap melahirkan juga. Tetapi, ternyata mereka penjahat. Saya tak tahu apa-apa,” ujar Mukhlis sambil meneteskan air matanya.
Hingga saat ini, keempat pelaku masih ditahan di Mapolda Sumbar. Polisi belum mau berkomentar banyak tentang kasus ini. Selain mendalami keterangan pelaku, polisi juga masih memburu anggota sindikat  upal yang diduga masih berkeliaran.
read more

Payakumbuh Banjir lagi

PAYAKUMBUH---Batang Sinamar dan Batang Lampasi kembali meluap, menggenangi pemukiman, sekolah dan lahan pertanian pada tiga lokasi. Akibatnya 50 jiwa warga terpaksa dingungsikan, sejumlah sekolah ditutup dan ratusan hektare lahan pertanian digenangi air.

Hujan lebat yang turun sepanjang akhir tahun 2009 hingga awal 2010, mengakibatkan  SMPN I kecamatan Payakumbuh, kembali dilanda banjir. Banjir yang menghadang mengakibatkan aktifitas belajar dan mengajar di sekolah yang terletak tidak jauh dari jembatan Lampasi jalan Tan Malaka, terpaksa dihentikan, sehari (Jumat), kemarin. 

Banjir yang sudah memutihklan kawasan sarana pendidikan di seputar SMPN 1 kecamatan Payakumbuh itu tidak saja mencemaskan murid dan guru SMPN I tersebut, tapi banjir semakin mencemaskan warga kabupaten Limapuluh Kota.

Ketua Satlak PB kabupaten Limapuluh Kota, Ir. Irfendi Arbi, MP dilokasi banjir di seputar SMPN 1 kecamatan Payakumbuh mengatakan, air mulai menggenangi kedua sekolah itu  sejak pukul 04.00 WIB dengan ketinggian hampir satu meter.

Setelah dilihat secara langsung, kenapa setiap hujan lebat SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh selalu mendapatkan banjir, ternyata gorong-gorong yang melintasi jalan Tan Malaka harus ditukar dan diperbesar.

Dijelaskan Wabup Irfendi, solusi penanggulangan banjir di kedua lembaga pendidikan tersebut harus dilaksanakan perombakan bangunan yang ada, disamping memperbaiki gorong-gorong yang tersumbat dan untuk ke depan kita harus memikirkan air keluar dan memperbanyak lintasan air.

"Penyebab dari banjir yang selalu merendam SMPN 1 kecamatan Payakumbuh itu karena lantai bangunan sekolah itu cukup rendah, jauh lebih rendah  dari badan jalan. Jadi kita tinggikan, baru bisa selamat dari banjir. Caranya harus merehab berat dan mengapungkan pondasi bangunannya sekita satu meter lagi, "jelas Irfendi.

Ditempat terpisah, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) PU Limapuluh Kota, Damirusdi. ST mengatakan, pengendalian banjir melalui normalisasi sungai menelan dana milyaran rupiah dan dilakukan dengan program jangka panjang.
read more

Jumat, 29 Januari 2010

Debit Air Batang Sinama naik,Jorong Kubang Rasau dilanda Banjir

50 KOTA---Belum sampai dua bulan setelah dilanda banjir hebat. Masyarakat Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, kembali dipaksa mengungsi. Menyusul dengan naiknya air Batang (sungai) Sinama ke pemukiman mereka, pada Kamis (28/1) sekitar jam 14.30 Wib.

"Malam tadi, ujan lobek bona. Aia batang Sinama nayiak. Umah kami tagonang. Sonjo iko, kami taposo pindah (Tadi malam ujan deras turun. Air batang Sinama naik. Rumah kami tergenang. Sore ini kami terpaksa pindah)"tutur Arius, 56, seorang warga Kubang Rasau yang siap-siap mengungsi ke Surau Al-Kautsar, kawasan Tanjung, Nagari Bukik Sikumpa.

Bersama Arius, sesore itu juga siap-siap untuk mengungsi puluhan kepala keluarga lainnya. Mereka mengungsi dengan dikordinir Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Limapuluh Kota Firmansyah, dan Kepala Jorong Kubang Rasau Muhammad Nur.

"Warga terpaksa kita ungsikan, melihat kondisi Batang Sinama yang terus naik. Kita khawatir terjadi apa-apa, terhadap warga,"kata Firmansyah beberapa waktu lalu.

Banjir yang melanda Kubang Rasau kemarin siang, tidak separah banjir 12 Desember 2009 lampau. Ketinggian air sore ini, baru berkisar antara 50-80 centimeter. Sedangkan saat banjir lampau, mencapai 2-3 meter.

Meskipun demikian, warga tetap cemas dan trauma. Mereka juga nampak "terpukul" sekali. Sebab, sisa banjir terdahulu baru dibersihkan, sekarang Batang Sinama kembali  menggenangi rumah mereka.

"Lun lamo sawah jo tobek awak pelok dek dilando ayia. Kini lah banjir pulo baliak (Belum lama, sawah dan kolam ikan kami perbaiki, karena dilanda air. Sekarang, sudah banjir lagi). Astaghfirullah Al-Adzim,"ungkap Inar, seorang perempuan di Kubang Rasau.


Butuh Sembako
Menurut Firmansyah, warga Kubang Rasau yang mengungsi, sekarang membutuhkan sembilan bahan pokok. Sebab stock pangan mereka banyak yang terendam air. Untuk itu, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, agar dapat mengirimkan bantuan.

Kepala Dinas Sosial Limapuluh Kota Azwardi, ketika dihubungi secara terpisah, akan segera turun ke lokasi mengantar bantuan.

"Kita baru tahu, yang jelas, kita akan ke sana,"katanya singkat.

Sementara warga Jorong Kubang Rasau mengungsi. Masyarakat di Jorong Lurah Bukik, Nagari Balai Panjang, Jorong Subarang, Nagari Taram, dan warga Jorong Tarantang, Nagari Harau, yang biasanya juga 'langganan' banjir. Sampai tadi malam, dilaporkan masih dalam kondisi aman.

"Biasanya, daerah-daerah tersebut, memang ikut banjir. Namun sampai sekarang, dilaporkan masih aman. Mudah-mudahan, hujan tidak turun lagi. Sehingga, air batang Sinama tidak naik,"kata Firmansyah, tadi malam.
read more

Batang Kinali akan dijadikan Kawasan Konservasi Penangkaran Buaya

PASAMAN BARAT---Keresahan masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Batang Kinali, Kecamatan Kinali terhadap ancaman serangan buaya membuat Pemkab Pasbar turun tangan. Rencananya, Pemkab akan menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan konservasi penangkaran buaya.

Rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan konservasi adalah untuk menjaga kelangsungan hidup dan menjaga habitat buaya agar tidak punah.

Peristiwa kegaganasan buaya, bukan kali ini saja terjadi. Buaya muara ini juga pernah mengamuk dan memangsa siapa saja yang berada di Sungai Batang Kinali tersebut. Sepanjang tahun 2009 lalu terdapat tiga kasus, dimana satu diantara korbannya tewas dan yang lainnya mengalami luka robek di beberapa bagian tubuh.

Dari beberapa kasus tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, merasa tidak nyaman. Pasalnya, kalau dibiarkan lama-lama, warga yang ingin mencari ikan dan mandi di sungai menjadi tidak aman lagi.

“Kami tidak bisa lagi mandi dan mencari ikan di sungai tersebut. Karena itu kami ingin pemkab memberi solusi terhadap masalah ini,” ujar Hendra salah seorang korban dari amukan buaya Kinali.

Menyikapi persoalan yang dihadapi warga, Sekda Pasbar, Hermanto didampingi SKPD terkait melakukan peninjauan ke lokasi habitat buaya di Kecamatan Kinali.

Usai peninjauan lokasi tersebut,  Hermanto menilai, penyebab utama kasus buaya mengamuk dan menerkam sejumlah warga di Batang Kinali yang terjadi beruntun beberapa waktu lalu ini diduga akibat habitat buaya yang terusik dan terus menyempit. Merasa lingkungan tempat tinggalnya di usik, maka warga yang berada di sekitar sungai menjadi sasaran kemarahan binatang buas tersebut.

“Dari hasil pantauan di lapangan dan kesimpulan dari warga setempat dapat dicari titik temu bahwa pembukaan lahan di lokasi tersebut mengakibatkan habitat buaya muara terganggu, dan membuat buaya-buaya itu mengamuk sehingga pada akhirnya buaya itu memangsa para warga yang berada di sekitar lokasi,” ujar Hermanto.

Oleh karena itu, Hermanto mengimbau kepada masyarakat agar secara bersama-sama dapat menjaga habitat tempat tinggal dari buaya tersebut. Selain itu, Pemkab juga berencana akan menjadikan lokasi itu sebagai kawasan konservasi buaya, dimana saat ini program kearah tersebut sedang dalam pengkajian.
read more

Kebun Raya akan dibangun di Sumbar

SOLOK---Kekayaan alam Indonesia penuh dengan keanekaragaman hayati yang asri. Semua itu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Pasalnya, keanekaragaman yang diberikan Yang Kuasa itu, jika tidak dijaga dan dilestarikan, maka menjadi petaka bagi masyarakatnya, seperti terjadinya banjir bandang atau longsor.

Untuk itu, tidak ada salahnya kekayaan alam tersebut dikembangkan dengan sebuah perlakuan yang sesuai, dengan menjadikannya sebagai areal perkebunan atau kawasan kebun raya.

Sebagaimana yang dilakukan Departemen Pekerjaan Umum (DPU) yang bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengembangkan kawasan perkebunan di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Areal tersebut dalam waktu dekat akan dibangun kawasan kebun raya, seperti halnya kebun raya yang terdapat di Bogor dan Bali. Dalam peninjuan yang dilakukan Kepala Satker Non Vertikal Tertentu (SNVT) Sekretariat Jenderal Departemen PU  Yennel S Suzia bersama Duta Kebun Raya Ikang Fauzi.

Menurut Yennel, pembangunan kebun raya di Aripan merupakan program dari pemerintah pusat. Yang mana selama ini pemerintah melihat banyak kebun raya, cagar budaya dan objek wisata tidak begitu terkelola. Padahal, di kawasan itu memiliki potensi besar dan banyak keanekaragaman hayati di dalamnya. Semua keanekaramagan itu, jika tidak dilestarikan, maka akan musnah.

Oleh sebab itu, lanjut Yennel, DPU bekerjasama dengan LIPI melakukan program pembangunan kebun raya di Aripan.  kebun aripan selama ini dikenal sebagai kawasan wisata alam di Kabupaten Solok.

Di dalam kawasan itu terdapat banyak aneka ragam hayati. Pembangunan kebun raya itu sama halnya dengan botanical Bali atau Kebun Raya Bogor. Beda Kebun Raya Bogor dengan Aripan, Kebun Raya Aripan murni hasil karya bangsa sendiri, sedangkan Kebun Raya merupakan peninggalan pemerintahan Belanda dulu.

Rencananya, lanjut Yennel berdarah Bukittinggi itu melanjutkan, pembangunan kebun raya itu dilakukan dalam tahun ini, karena master plan kebun raya itu telah disiapkan PU. "Kini tunggu inpres dan kebijakan dari Pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Karena, kebun raya itu nantinya dikelola sepenuhnya pemerintah daerah," ujar alumnus arsitek ITB itu.

Pembangunan kebun raya, sebut Yennel, dalam kesepakatan sharing antara pemerintah pusat dengan Pemkab Solok, nantinya dirancang dalam bentuk rencana program jangka menengah (RPJM) dan rencana program jangka panjang (RPJP). Untuk RPJM nantinya dalam jangka waktu lima tahun. Selama lima tahun pemerintah pusat dan Pemkab akan terus melanjutkan bentuk pembangunan kebun raya itu.

"Seiring waktu kebun itu sudah dapat dimanfaatkan sebagai kawasan penelitian dan rekreasi," terangnya.

Konsep pembangunan kebun raya itu nanti, kata Yennel lagi, edutainment. Dimana di dalam areal kebun raya yang dipenuhi aneka tumbuhan yang selama ini telah ada dan tumbuhan lainnya, serta dirancang juga seperti kawasan wisata.

Sehingga kebun raya tidak hanya dapat digunakan para peneliti atau kalangan akademis, tapi masyarakat umum yang ingin dapat mengenali kebun raya dengan penyajian yang lebih ringan.

"Masyarakat pun dapat menikmati kawasan kebun raya sebagai untuk berekreasi," terangnya.

Dalam peninjauan itu hadir juga Duta Kebun Raya Ikang Fauzi, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Solok Jonedi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Solok Fatol Bahri.

Ikang Fauzi menambahkan, sebagai duta Kebun Raya dia berharap masyarakat dan pemerintah bertanggungjawab untuk menjaga keanekaragaman hayati yang terdapat di Aripan sebagai lokasi kebun raya. Dituturkan mantan rokcer legendaris itu, lahan hijau Kebun Raya Aripan itu nantinya menjadi lahan serapan air. Sehingga ekosistem  di sekitar Aripan tidak terganggu nantinya.

Di tempat yang sama, Jonedi dan Fahtol Bahri menyambut baik DPU dan LIPI dengan membangun kebun raya di Aripan. "Kita dari Pemkab siap menyediakan lahan pembangunan kebun raya itu," kata Jonedi yang diamini Fathol.
read more

Kamis, 28 Januari 2010

Menkominfo Resmikan Proyek Hibah TIK Dari Jepang di Tanah Datar

BATUSANGKAR---Menteri Komunikasi  dan Informatika Tifatul Sembiring mengakui Jepang  telah melakukan langkah-langkah yang luar biasa selama bertahun-tahun dalam mengadopsi, mengembangkan dan menerapkan aplikasi TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakatnya,
    
"Sedangkan  Indonesia  saat ini dalam proses transformasi dibidang TIK  dan berlajar banyak dari Jepang. Termasuk membantu membangun proyek peningkatan TIK dalam bidang kesehatan (e-health), "ujar Tifatul sembiring dalam acara peresmian  Proyek Hibah  APT-J3 dan Jaringan Optical LAN di Kabupaten Tanahdatar. 
     
Terkait dalam program TIK ini ujar Tifatul lagi,  untuk melaksanakan program program seperti  e government, e-business, e-learning dan e-healt untuk mampu berkontribusi  pada pertumbuhan ekonomi melalui tiga jalur yaitu kekuatan ekonomi, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial.


"Misalnya satu persen saja investasi dalam bidang TI akan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari 3 sampai 5 persen, sebab akan bisa meraup keuntungan milyaran  rupiah. Apalagi dia merupakan industri otak  dan tidak terlihat, "katanya.

Sebagai gambaran selama tahun 2009  pendapatan yang diperoleh dalam bidang TI ini mencapai 10 triliun sedangkan anggaran Depkominfo hanya Rp 2,1 triliun.
read more

3 Guru Besar Unand dikukuhkan

PADANG---Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan tiga guru besarnya. Pengukuhan guru besar tersebut dilakukan oleh Rektor Unand, Prof.Dr.Musliar Kasim, MS, dalam rapat senat luar biasa yang berlangsung di Auditorium Unand, Kamis (28/1).

Tiga guru besar yang berasal dari Fakultas Pertanian tersebut masing-masing Prof.Dr.Ir.Eti Farda Husin, MS (guru besar tetap dalam bidang Ilmu Biologi Tanah), Prof.Dr.sc.agr.Ir.Trimurti Habazar (guru besar tetap dalam bidang Ilmu Bakteri Patogenik Tumbuhan), dan Prof.Dr.Ir.Amrizal Saidi, Ms (guru besar tetap dalam bidang Ilmu Fisika Tanah).

Pengukuhan tersebut menambah jumlah guru besar Unand menjadi 121 orang.

Rektor Unand, Prof.Dr.Musliar Kasim, MS dalam pidatonya menyatakan dikukuhkannya tiga guru besar Unand tersebut merupakan bukti bahwa Unand masih tetap serius dan bekerja keras untuk terus mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.

"Ini adalah bukti Unand masih bekerja serius dengan dedikasi tinggi,"kata Musliar Kasim.

Lebih lanjut dikatakan Musliar, konsekuensinya tertumpang kepada tiga guru besar tersebut untuk bisa mengembangkan pertanian di Sumbar dan Indonesia. Sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian, khususnya di Sumbar.

"Diharapkan agar guru besar tersebut bisa membangun masyarakat petani di Sumbar. Apa yang disampaikan dalam pidato guru besar tersebut relevan dalam meningkatkan pertanian,"terangnya.

Musliar juga menyinggung dampak global warming yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas manusia, termasuk dalam bidang pertanian. Beliau mengapresiasi tiga guru besar tersebut sebagai orang yang mencoba mencari alternatif agar global warming tidak semakin meluas di Indonesia.

"Salah satu upaya mengurangi kerusakan lingkungan tergantung dari jenis tanaman dan teknik pemilihan lahan. Sehingga dengan penelitian yang dilakukan tiga guru besar yang telah diuji oleh para dosen dan mahasiswa tersebut bisa disosialisasikan kepada petani, agar cara bertani yang dilakukan benar,"kata Musliar
read more

Selasa, 26 Januari 2010

,AISEC akan berikan pelatihan Kewirausahaan di Sumbar


JAKARTA---Pasca gempa dahsyad berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) pada 30 September 2009 lalu yang telah memporakporandakan beberapa daerah di Sumatera Barat, telah banyak menelan korban jiwa dan menghancurkan berbagai bangunan, dan juga memunculkan berbagai masalah di tengah masyarakat.    

Di samping menyisakan trauma mental, juga menyisakan trauma ekonomi bagi masyarakat. Ratusan orang korban gempa terpaksa kehilangan pekerjaan, menyusul rusaknya berbagai   bangunan tempat mereka bekerja. Untuk menghidupi keluarga, mereka pun terpaksa harus kembali mencari peluang pekerjaan baru agar kembali bangkit.

Sekaitan itu pula, Persatuan Mahasiswa Internasional AISEC yang saat ini mengadakan workshop di Sumatera Barat, berusaha guna mengembalikan kepercayaan para pencari kerja ini untuk tetap mapan secara ekonomi, meskipun telah kehilangan pekerjaan pasca gempa, dengan cara memberikan pelatihan kewirausahaan.

Pelatihan kewirausahaan itu, menurut Vice President AISEC Indonesia, Mia Agustina, akan digelar pada Februari 2010 mendatang. Bahkan terhadap para anggota pelatihan tersebut, yang mendapatkan nilai terbaik akan diberikan modal usaha oleh sejumlah Perbankan yang ada di Sumatera Barat.

"Pelatihan kewirausahaan tersebut, dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan atau enterpreunership bagi peserta. Dengan pelatihan, mereka akan punya pencerahan ke depan dan bagaimana mereka bisa membuat usaha baru serta mengetahui bagaimana pentingnya Enterpreunership tersebut, "kata Mia.

Di samping itu juga diberikan pelatihan yang bersifat mentalis untuk membangun mental peserta, agar mereka bisa kembali bangkit pasca gempa. Dari beberapa kegiatan di Sumbar, pihak AISEC Indonesia tersebut, di samping menggelar seminar, juga melakukan pemilihan pengurus baru di hotel Cimpago Bukittinggi.
read more

Langgar disiplin,Polisi pun Ditahan


PADANG PARIAMAN---Tak pandang bulu. Apakah itu masyarakat biasa ataupun anggota polisi sekalian. Komitmen jajaran Polres Padangpariaman patut diacungkan jempol. Tak ada yang spesial bagi anggotanya yang melanggar. Tetap dihukum sesuai dengan kesalahan.

Hal itu dibuktikan, lewat hukuman diberikan kepada salah seorang anggotanya berinisial "SB" berpangkat Bripka. "SB" dihukum selama 7 hari dalam tahanan Mapolres Padangpariaman setelah terbukti melanggar disiplin dengan cara menelantarkan keluarganya.

Sidang putusannya digelar secara internal oleh jajaran Polres Padangpariaman di Aula Mapolres Padangpariaman, Senin (25/1). "SB" sehari-hari bertugas di Mapolsek Nan Sabaris ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eko Nugro Hadi mengatakan dalam putusan sidang, "SB" dikenakan sanksi disiplin dengan hukuman kurungan selama 7 hari di sel Mapolres Padangpariaman. "SB di tempatkan dalam tempat khusus selama tujuh hari. "SB" diproses karena laporan dari istri tuanya," tukas Kapolres.

Kapolres menyebut, sebelumnya"SB" juga telah diperiksa di unit P3D Polres Padangpariaman. Dalam pemeriksaan unit P3D tersebut "SB" terbukti melanggar Undang-Undang disiplin anggota Polri.

Kapolres menambahkan, bila setelah mengalami hukuman, anggota ini selama 6 bulan akan mendapatkan pemantauan dari Polres Padangpariaman. Tujuannya, untuk melihat sejauh mana perubahan yang telah dilakukan oleh anggota yang melanggar itu. Bila nanti, hal ini masih tetap dilakukan dan tidak berubah ke arah yang lebih baik, maka kemungkinan besar anggota itu akan diproses lagi oleh Polres dan pihak-pihak internal kepolisian yang berwenang.
read more

Senin, 25 Januari 2010

Masih ada Daerah Terisolir di Kab Solok


KAB.SOLOK,Pasca gempa 30 September lalu, Pemerintah pusat merilis, Provinsi Sumbar kembali memiliki daerah yang tertinggal alias terisolir. Salah satu daerah yang memiliki daerah tertinggal itu Kabupaten Solok. Di daerah itu terdapat beberapa kecamatan yang masih dikategorikan terisolir yaitu : Kecamatan Tigolurah, Payungsekaki, dan Hilirangumanti. Kendati terdapat beberapa nagari di tiga kecamatan itu lepas dari keterisoliran, namun jumlahnya belum memadai.

Efrizal, Walijorong Sungaipangalek, Nagari Sarik Alahantigo, Kecamatan Hilirangumanti mengatakan, daerah tempat tinggalnya hingga kini masih menjadi salah satu daerah terisolir di Kabupaten Solok. Menurutnya entah kapan waktunya Nagari Sarik Alahantigo, Kecamatan Hilirangumanti lepas dari status terisolir.

Sebab, hingga kini masih banyak warga masyarakat di Sarikalahan Tigo belum merasakan nikmatnya listrik dari jaringan PLN. Belum lagi pertumbuhan perekonomian di bandingkan daerah lain jauh lebih rendah. Pembangunan jalan beraspal juga demikian.

Dikatakan Efrizal, infrastruktur sangat erat kaitannya dengan tingkat pembangunan dan perekonomian masyarakat setempat. Pasalnya, selama ini masyarakat Nagari Sarik membutuhkan waktu cukup lama untuk membawa hasil bumi  daerah itu ke pasar.

"Kalau jalan di nagari terisolir itu tidak memadai, maka cost produksi suatu barang itu membengkak. Kalau tingginya kost proksi tentulah nilai jual barang yang berasal dari Sarik pun lebih tinggi saat sampai di pasaran. Sementara tingkat daya beli masyarakat Solok belum dapat dikatakan tinggi. Alhasil segala barang yang dihasilkan dari Nagari Sarik tidak mengimbangi biaya produksi. Akhirnya ekonomi masyarakat sekitar belum bisa meningkat," terangnya.

Efrizal berharap, Bupati Solok ke depan harus memiliki kinerja yang baik untuk melepaskan daerah terisolir menjadi daerah yang setara dibanding daerah lainnya. Dengan makin berkurangnya daerah tertinggal, maka anggaran daerah dapat digunakan untuk meningkatan pendapatan daerah yang nanti berimbas pada masyarakat sendiri.

Dari data 2008, jumlah penduduk di Kecamatan Hilirangumanti 16.709 jiwa. Jarak daerah itu dari Arosuka, ibukota Kabupaten Solok sekitar 90 kilometeran.

"Jarak daerah kami kalau ditempuh dengan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam ke Arosuka," pungkas Walijorong Sungaipangalek tersebut.
read more

Masyarakat Jepang Bantu Bangun Sekolah di Padang


PADANG,Masyarakat Jepang melalui Duta Besar RI di Jepang Prof. DR. Jusuf Anwar menyerahkan bantuan senilai Rp1,5 Miliar berupa bangunan Sekolah Dasar (SD) 43 Kelurahan Dadok Tungul Hitam Kecamatan Koto Tangah, Senin (25/1). Peletakan batu pertama dilakukan Duta Besar RI untuk Jepang, Jusuf Anwar dan Walikota Padang Fauzi Bahar, lansung pada hari ini.

Pada kesempatan tersebut Walikota Padang Fauzi Bahar menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga atas bantuan masyarakat Jepang ini, dengan harapan bangunan sekolah tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya oleh siswa dan guru.

Bantuan untuk pembnagunan 8 lokal belajar sangat besar nilainya bagi Pemko Padang. Jelas ini  akan meringankan beban Pemko Padang dalam membangun kembali infrasruktur kota yang rusak.

Duta Besar RI untuk Jepang Prof. DR. Jusuf Anwar menyebutkan, dana bantuan ini terkumpul dari masyarakat Jepang pascagempa 30 spetember lalu. Dana di kumpulkan secara  sukarela dan dikumpulkan melalui KBRI.

“Saya bukan datang untuk peresmian, kalau perlu bangun langsung sore ini hingga selesai,” katanya. Melihat aksi yang dilakukan oleh masyarakat jepang dalam mebantu negara lain yang ditimpa musibah membuat pemko Padang salut . Hal ini patut dicontoh oleh masyarakat Indonesia ," terang Fauzi Bahar.

Selain SD 43,  bantuan masyarakat jepang ini juga ada yang diperuntukkan kepada salah satu sekolah rusak di Kabupaten PadangPariaman. “Kami berharap bantuan ini bermanfaat, dan pendidikan di Kota Padang semakin maju,” pungkasnya.
read more

Minggu, 24 Januari 2010

Ketahuan mengutil,Nenek di tangkap


PADANG PARIAMAN,Nekad mencuri malah mengalami nasib apes. Begitulah yang dialami seorang nenek bernama Nurmali (52) yang mengaku warga Barangan Lurah Ampalu. Ia terpaksa diamankan petugas Polsek VII Koto Sungai Sariak karena kedapatan mengutil (mencuri,red) barang barang dagangan di kedai milik Musliardi yang sehari hari berjualan di Pasar Sungai Sariak VII Koto Padangpariaman.

Informasi yang dihimpun media ini di TKP diketahui, korban terpaksa diamankan petugas karena kedapatan tengah mencuri barang dagangan di salah satu kedai di Pasar Sungai Sariak. Diduga ia menjalankan aksinya saat pedagang lengah. "Namun aksi tersangka berhasil diketahui masyarakat, sehingga akhirnya tersangka diamankan oleh warga, dan selanjutnya warga menyerahkan tersangka kepada petugas yang sedang bertugas di sekitar TKP," ungkap Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, AKP Jefrizal Jarun.

Bersama tersangka petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berhasil dicuri tersangka seperti tepung terigu, kue kering dan mihun. "Saat ini tersangka berikut barang bukti telah diamankan petugas di sel Mapolsek VII Koto Sungai Sariak untuk penyidikan lebih lanjut," ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, tersangka menjalankan aksinya dengan memanfaatkan suasana keramaian di sekitar Pasar Sungai Sariak VII Koto. Tersangka melakukan aksinya saat mengetahui korbannya sedang lengah. Beruntung akhirnya aksi nenek malang itu diketahui masyarakat, sehingga tersangka berhasil diamankan dan diserahkan kepada petugas untuk diperiksa lebih jauh.
read more

Gardu induk PLN Simpang Haru meledak


PADANG,Trafo pada Transimisi Gardu Induk (Tragi) Simpang Haru meledak sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (23/1). Akibatnya, dua petugas sedang melakukan perbaikan terbakar dan nyaris tewas. Dua korban tersebut yakni Kepala Tragi Ridwan, 48 dan Firmansyah, 45, dosen Politeknik Bagian Listrik turut dalam perbaikan trafo tersebut.

Gardu induk tersebut, merupakan gardu penghubung arus untuk kawasan Kota Padang, Solok dan Lubuk Alung Padangpariaman. Sebelumnya, gardu itu diketahui mengalami kerusakan, yang mengakibatkan lampu mati beberapa jam. Namun, tanpa sebab yang jelas, saat dikerjakan gardu tersebut meledak. Dua orang pekerja itu sempat terlempar beberapa meter.

“Ledakan tersebut sangat kuat. Setelah gardu itu meledak asap tebal langsung mengepul. Saya sempat melihat dua orang pekerja sudah menghitam kulitnya karena terbakar dan tidak bergerak lagi,” ujar Pul, 45 warga di sekitar TKP yang ditemui Wartawan. Warga dan pengemudi yang lewat di sekitar lokasi sempat panik karena kerasnya bunyi ledakan. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Tidak lama berselang, kedua orang yang sebelumnya terlihat mengerjakan gardu tersebut, dibawa dengan mobil ambulance ke rumah sakit. Pantauan Media ini tadi malam, kedua korban saat ini masih dirawat di rumah sakit yang berbeda. Firmansyah dirawat di RSUP M Djamil, sedangkan Ridwan dirawat di Rumah Sakit Yos Sudarso.

Kondisi korban, kulit di bagian tangan, wajah dan badan melepuh. Selain itu, korban juga tidak bergerak. Korban masih dalam keadaan kritis, dan dirawat intensif di UGD. Refwanti, istri Firmansyah saat ditemui di RSUP M Jamil Padang mengatakan, ia baru mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 16.30 WIB dari teman suaminya yang menghubunginya melalui telepon.

“Teman suami saya bilang bapak kecelakaan saat bekerja, dan sudah dibawa kerumah sakit M Djamil,” ujar Refwanti sambil menggendong dua orang anaknya dengan wajah sedih. Humas PT PLN Sumbar Asril Kalis mengaku Gardu Induk Simpang Haru memang dalam perbaikan trafo jilid 1 dan 2. Namun pengerjaannya dilakukan oleh P3BS Sumatera.

“Saya belum mendapat laporan tentang kecelakaan itu. UPT nya kan di Padang dan pekerjaanya dilakukan P3BS Sumatera,” ujarnya singkat. Dihubungi terpisah Kanit Reskrim Polsek Padang Timur Ipda Syahrul Hariadi mengatakan, penyebab kejadian tersebut masih belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan. “Saat ini kita masih belum bisa menduga apa yang menyebabkan gardu tersebut meledak. Tunggu dulu lah, kita selidiki dulu,” tukasnya.
read more

Sabtu, 23 Januari 2010

Mewujudkan Mimpi Peternak Ayam


50 KOTA,Inilah yang dilakukan drh Armen, tokoh masyarakat Limapuluh Kota yang juga Wakil Ketua DPRD di sana. 3 Milyar Rupiah uang  beredar di daerah ini setiap harinya dari produksi sampai distribusi telur ayam.

Mungka memang dikenal di Sumbar selaku sentra produksi telur dan daging ayam yang didistribusikan sampai ke Riau dan Sumatera Utara. Income yang besar sebenarnya.

Ide dari seorang drh Harmen memang sederhana. Suplai telur ke luar daerah dari Limapuluh Kota ini setiap harinya diperlukan hampir 10.000 kertas telur atau eggtray. drh Armen bermimpi, jika berdiri pabrik eggtray ini tentu peternak ayam merasa terbantu, apalagi pabrik ini juga dimiliki oleh para peternak ayam itu.

Selama ini eggtray datang dari Medan. Mimpi Armen mengemuka jadi konsep. Pabrik eggtray harus berdiri di daerah ini. Prosesnya ternyata panjang dan alot. Butuh dua tahun lamanya memproses ide ini sampai ke Jakarta.

Departemen Koperasi dan UMKM sejak mula telah sangat mendukung ide Armen ini. Jamsostek pun ditawarkan. Rp5,8 milyar dikucurkan Jamsostek untuk pembangunan pabrik eggtray di Kenagarian Mungka. Pengucuran dana ini sebenarnya bukan tanpa syarat.

"Kami harus membuat sebuah koperasi sebagai mitra binaan Jamsostek yang difasilitasisasi oleh Departemen Koperasi dan UKM RI," papar Armen bersama Datuak Paduko Rajo serta tokoh masyarakat Mungka lainnya.

Koperasi Saiyo Luak Limo Puluah pun lahir dengan beranggotakan sebanyak 1.167 orang dan dibagi dalam 47 kelompok serta tersebar hampir di seluruh kawasan Kabupaten Lima Puluh Kota. Koperasi ini diketuai oleh H Yoss Ari Adi, Sekretaris W Dt Pangeran Nan Putiah, Bendaharawan H Emizal.

Kepala Cabang Jamsostek Bukittinggi Hariadi sendiri menyebutkan Februari mendatang pembangunan pabrik eggtray sudah dapat dilaksanakan. Ditambah setiap anggota koperasi dari Saiyo Luak Limo Puluah dengan serta merta menjadi anggota atau nasabah dari Jamsostek yang mempunyai hak dan tanggung jawab menurut undang-undang.

Hal ini disampaikan pada saat  pertemuan dengan hampir seluruh pengurus dan ketua kelompok Koperasi Saiyo Luak Limopuluah yang juga dihadiri oleh unsur dari Kementrian Koperasi Bapak Muchtar Ismail dan dari LP-UMKM Pusat Bapak Basri serta Sekda Kabupaten Lima Puluh Kota Drs. Resman, SH.MH di Gedung Pertemuan Al-Kautsar Tanjung Pati beberapa hari yang lalu.

Jika dalam beberapa waktu kedepan pabrik ini berhasil dan berjalan sesuai yang diharapkan, maka mimpi Armen berikutnya akan siap digelar. Mimpi untuk mendirikan pabrik pakan ternal pun telah disiapkannya.

"Tak ada lagi mimpi yang tak terwujudkan. Masyarakat telah bersepakat dengan kita. Ekonomi tampaknya harus muncul dari gagasan masyarakat secara bersama-sama," pungkas drh Armen menandaskan.
read more

Rombongan Guru Negeri Sembilan berkunjung ke Bukittinggi


BUKITTINGGI,Sekdako Bukittinggi H. Khairul mengatakan, Minangkabau dan Negeri Sembilan, Malaysia merupakan bersaudara. Bahkan bagaikan "badunsanak kanduang". Karena Minangkabau dan Negeri Sembilan berasal dari keturunan nenek moyang yang sama.

"Bukittinggi merupakan salah satu kota yang menyimpan kekayaan sejarah asli Minangkabau. Hal itu sekaitan dengan empat potensi unggulan Bukittinggi yang salah satunya adalah dibidang pendidikan,"kata H. Khairul, ketika menyambut kunjungan Guru-Guru Cemerlang Negeri Sembilan, Malaysia, di Balaikota Bukittinggi, Jumat (22/1).

Atas kedatangan Guru-Guru Cemerlang Negeri Sembilan, Malaysia itu, Bukittinggi menyambut baik untuk pendokumentasian sejarah Minangkabau. Karena berdampak positif bagi perkembangan pendidikan di Bukittinggi. Karena kunjungan ini juga merupakan ‘follow up’ dari kerjasama pendidikan antara kedua kota.

Lawatan sepuluh orang anggota rombongan guru dan pejabat pendidikan dari negeri tetangga tersebut, dalam rangka pengambilan gambar untuk dokumentasi audio visual sejarah dan perkembangan Adat Parpatiah di Bukittinggi dan wilayah sekitarnya. Proses dokumentasi tersebut akan berlangsung dari tanggal 21-25 Januari 2010.

Sementara pengambilan gambar akan dilakukan di Bukittinggi dan Pagaruyung, Batusangkar. "Bukittinggi setiap tahun akan selalu mencari inovasi untuk memajukan kualitas dan prestasi dunia pendidikan di Bukittinggi. Bukittinggi juga menempati peringkat terbaik di Sumatera Barat dan masuk sepuluh besar pada taraf nasional di bidang pendidikan.

"Untuk semakin meningkatkan prestasi ini, pemerintah kota akan mendukung segala bentuk kerjasama pendidikan dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri,”jelas Khairul.

Sementara itu, Encik Mohd Saleh Bin Ibrahim, selaku Ketua Rombongan Guru-Guru Cemerlang Negeri Sembilan Malaysia, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, karena telah berkenan mengizinkan dan menyambut kunjungan ini. "Semoga kunjungan ini dapat semakin mempererat silaturrahmi dua bangsa serumpun,"kata Encik Muhd Saleh.
read more

Jumat, 22 Januari 2010

Awas !,Perampok Bertopeng berkeliaran


AGAM,H Nurdin (70) warga Jorong Kalumpuang, Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, pada Kamis (21/1) sekitar pukul 04.30 WIB, menderita luka-luka pada bagian kepalanya, sehingga harus dirawat intensif di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi. Tidak hanya itu, uang dan barang-barang berharga lainnya juga raib.

Peristiwa naas yang dialami H Nurdin itu, setelah rumahnya digerayangi maling bertopeng. Karena kepergok, sang maling pun memukul kepala korban hingga berdarah. Bahkan sampai saat ini korban masih terbaring lemah di bangsal bedah rumah sakit Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi, dengan ditunggui beberapa orang pihak keluarga korban.

Menurut Eka (35) anak korban, pada malam naas itu, rumahnya hanya ditinggali dua orang tuanya itu, berdasarkan cerita orang tuanya, dinihari sekitar pukul 04.30 WIB, korban bangun dan bermaksud akan mandi, namun ketika masuk kamar mandi dan hendak menggantungkan celana, korban pun terkejut melihat seseorang memakai topeng di dalam kamar mandi.

Menyadari hal itu, korban pun berucap "Eh ada orang", namun pada saat itu juga, maling bertopeng itu segera memukul kepala korban dengan sepotong kayu sebesar lengan orang dewasa. Kuatnya pukulan, menyebabkan  korban tersungkur ke lantai kamar mandi dan sang maling pun lari melalui pintu belakang rumah.

Dalam kesakitan itu, korban pun berteriak memanggil isterinya, Raunas (68), yang berada di dalam kamar. Mendengar teriakan, isteri korban terperanjat kaget, dan kemudian memberitahu warga sekitar serta melarikan korban ke rumah sakit Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi, untuk mendapatkan perawatan.

Bahkan setelah menjalani perawatan di UGD, saat dipindahkan ke bangsal bedah, korban masih muntah-muntah, sementara kepala korban harus mendapat 10 jahitan dengan kondisi yang cukup parah. Eka menduga, maling bertopeng itu sudah lama berada di dalam rumah, karena pelaku juga berhasil membawa BPKB dan STNK sepeda motor yang berada di atas lemari ruang tengah.

Namun ketika mengetahui pemilik rumah terbangun, sang maling pun bersembunyi di dalam kamar mandi, ternyata kepergok oleh pemilik rumah, hingga akhirnya nekat memukul korban. Dari peristiwa itu, uang sekitar Rp 2 juta yang disimpan korban di dalam kantong celananya ikut hilang, setelah dilihat pada siang harinya, ternyata KTP dan STNK Sepeda motor dibuang pelaku di kebun dekat rumah korban.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga pun melapor ke Polsek Banuhampu, dan jajaran Polsek Banuhampu pun melakukan olah TKP. Eka juga menjelaskan bahwa pihak keluarga  tidak menemui adanya tanda-tanda pintu dirusak. Namun Kapolresta Bukittinggi AKBP Eko Parasetyo, melalui Kapolsek Banuhampu AKP Yessy Kurniati, yang dihubungi kemarin, membenarkan peristiwa tersebut dan kasusnya masih dalam penyelidikan kepolisian.
read more

Samsat Sijunjung berikan pelayanan Tercepat


SIJUNJUNG,Para wajib pajak yang ingin mengurus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di kantor Samsat Kabupaten Sijunjung bisa tenang. Pasalnya, pelayanan yang diberikan oleh petugas disana tidak bertele-tele dan bisa siap hanya dalam hitungan menit.

Sesuai dengan namanya Samsat "sistem administrasi manunggal di bawah satu atap" di kantor ini ada tiga bidang yang mempunyai fungsi masing-masing yang bergabung. UPTD Pelayanan Pendapatan Provinsi Sumbar, perwakilan asuransi Jasa Raharja wilayah Solok dan Unit Recident Lantas Polres Sijunjung.

Bergabungnya ketiga fungsi dengan tugas masing-masing ini sangat memudahkan bagi para wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik. Ke tiga komponen ini saling terikat dalam melayani PKB dan BBN-KB, dibawah koordinasi Kasat Lantas Polres Sijunjung AKP Agustober.

Mudahnya pelayanan yang diberikan di kantor Samsat ini, setidaknya juga disampaikan oleh Azneldi, staf kantor bupati Sijunjung ketika mengurus PKB roda duanya di kantor Samsat itu. Ia merasa urusannya tidak berlarut-larut, dan hanya selesai dalam hitungan menit.

"Pajak motor saya mati, untuk itu saya langsung mendatangi kantor Samsat ini. Pelayanan yang diberikan tidak terlalu banyak birokrasi dan siap dalam beberapa menit. Saya merasa dilayani, apalagi petugasnya juga memberikan salam, senyum dan sapa. Jadi, sudah banyak perubahan, "jelas Azneldi.

Sebagai salah seorang wajib pajak, wartawan salah satu surat kabar harian terbitan kota Padang itu pun merasa salut saat ini ada pelayanan pajak yang bisa dilakukan melalui quick response di Samsat Sijunjung. Namun, karena kantornya dekat, maka dia tidak memanfaatkan layanan ini.

"Tadi, Kanit Regident Ipda Muzhendri mengatakan layanan pajak bisa dilakukan melalui telpon. Tapi, karena kantor saya dekat, tak apa-apa, saya langsung saja datang kemari, kan urusannya hanya beberapa menit selesai, "tambah Azneldi memberikan alasannya tidak mengunakan jasa ini.(Quick Response)

Kendati demikian, menurut dia, jasa quick response ini sangat membantu wajib pajak yang betul-betul sibuk dan tidak ada waktu untuk datang ke kantor Samsat yang terletak di pusat Kabupaten Sijunjung, Muaro Sijunjung, itu. Meski jasa ini baru uji coba untuk dua kecamatan, Sijunjung dan IV Nagari.
read more

Pesisir Pariaman Siaga Ancaman Tsunami


PADANG PARIAMAN,Menyikapi hasil riset yang dilakukan tim yang dipimpin oleh ilmuan terkemuka John McCloskey, profesor di Institut Riset Sains Lingkungan Hidup di Universitas Ulster, Irlandia Utara terkait akan adanya kemungkinan gempa dan tsunami mengancam Pulau Sumatera, telah disikapi Pemkab Padangpariaman dengan siaga.

Sikap itu ditunjukkan lewat pembenahan dan perbaikan beberapa fasilitas pendukung antara lainnya perbaikan radio-radio peringatan dan juga melakukan imbauan kepada masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Padangpariaman, Drs Aminsardi M, Kamis (21/1) mengaku informasi tersebut telah disikapi oleh Pemkab Padangpariaman. Meski demikian, warga diimbau jangan panik dan menyikapinya dengan tenang. Warga juga diminta selalu meningkatkan kewaspadaannya atas kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

"Meski ada kekhawatiran yang beredar di tengah masyarakat, kita dari pemerintah daerah sudah menyikapi hal tersebut dengan siaga melalui tim kabupaten dan satlak PB melalui beberapa posko. Dari BNPB juga sudah menyikapinya," ungkapnya.

Dia menyebut, dalam mendukung kesiapan Pemkab tersebut, saat ini wilayah Kabupaten Padangpariaman juga telah memiliki 1 unit sirine peringatan tsunami yang dipasang di kawasan pesisir pantai di Pasir Baru. Selain itu, kedepannya Pemkab juga akan mengintensifkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan pembenahan beberapa kerusakan peralatan terkait kesiapsiagaan menghadapi hal tersebut.

"Sirine tsunami itu berfungsi dengan baik dan layak digunakan. Kita juga akan beri sosialisasi agar masyarakat tidak terlalu cemas menyikapinya," tukasnya.

Menurutnya, ketersediaan 1 unit sirine di wilayah pesisir pantai Kabupaten Padangpariaman dirasa sudah mencukupi. Mengingat kawasan Pasir Baru sebagai kawasan yang cukup rawan, sehingganya sirine tersebut disiagakan disana.

Dia mengimbau juga kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan-kemungkinan bencana yang bisa saja terjadi setiap saat. Selain itu diperlukan kerjasama semua pihak, termasuk media yang harus senantiasa memberikan pemberitaan kepada masyarakat.
read more

Kamis, 21 Januari 2010

Mobil"Lago kambiang",4 orang kritis


SOLOK,Maksud hati hendak menjemput muatan buah duku ke Kabupaten Dharmasraya, tapi sayang niat untuk mengambil barang dagangan itu urung. Pasalnya, kendaraan yang dikemudikan mengalami kecelakaan lago kambiang dengan angkutan desa (angdes) di Jalan Solok-Padang km 16, tepatnya di Talago Guguk, Kecamatan Gunungtalang, Kabupaten Solok, Rabu (20/1) siang. Kecelakaan buruk itu mengakibatkan empat orang kritis dan dua orang lainnya luka memar. Sedangkan kendaraan yang terlibat kecelakaan itu remuk.

Nasib nahas yang dialami empat orang korban luka parah itu, dua di antaranya sopir kedua kendaraan. Dua lainnya, penumpang mobil pick up bernomor polisi BA 8595 TA. Sedangkan dua orang korban luka ringan adalah penumpang angdes Jurusan Solok-Lubukselasih bernomor polisi BA 2848 H.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan yang mengejutkan warga sekitar Jalan Lintas Solok-Padang itu berawal dari mobil pick- up berwarna hitam dikendarai Andi, 34, warga Banuaran, Kota Padang datang dari arah Padang menuju arah Solok dengan kecepatakan tinggi. Sebelumnya mobil pick up melewati jalan tikungan tajam. Lepas dari tikungan,mobil disopiri Andi itu terlihat kehilangan kendali.

Diduga mobil pick up yang akan menjemput buah duku ke Dharmasraya itu mengalami slip sehingga mengambil badan jalan dari arah berlawan. Saat berada di badan jalan arah berlawanan, Andi kehilangan kendali dan ditabrak angdes warna putih yang dikemudikan Afrizon, 32, warga Nagari Cupak, Kecamatan Gunungtalang. Saat kejadian itu, Afrizon tidak dapat mengelakkan mobilnya dan menghantam pinggang mobil pick up.

Ketika terjadinya benturan keras, Andi dan dua orang rekannya pingsan dan tak sadarkan diri di dalam mobil. Sementara dalam angdes terdapat tiga orang penumpang. Afrizon nyaris terpental keluar mobil, karena kaca depan mobilnya pacah. Bagian depan mobil angdes yang dikendarinyanya pun remuk ke dalam. Mujur, tidak ada penumpang duduk di bagian depan. Sehingga tiga penumpang di dalam angkot itu hanya mengalami luka memar.

Kecelakaan dengan benturan keras itu membuat warga yang tengah berada di sekitar lokasi kejadian buncah. Melihat  adanya banyak korban, warga langsung mengevakuasi korban ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Najib, 32, salah seorang korban, penumpang angdes menuturkan, sebelum kejadian mobil yang ditumpanginya tidak terlalu kencang.

"Mobil pick up itu mengarah ke depan angdes dan akhirnya ditabrak," aku korban yang sehari-hari bekerja di Badiklat Kabupaten Solok itu. Najib pun terpental ke belakang sopir hingga membuat luka memar di bagian kaki. Hal senada juga diakui Sardiman, 43, penumpang angdes lainnya yang menjadi korban pula.

Sedangkan, Doni, 31, salah seorang penumpang mobil pick up yang saat ditemui Media ini di UGD RSUD Arosuka, mulai sadarkan diri mengaku tidak tahu apa-apa. "Saat kejadian itu saya tidak tahu apa-apa," akunya. Lantas, sesampai di UGD baru Doni sadarkan diri. Dikatakan Doni, rencananya, dia dan dua orang korban lainnya hendak ke Dharmasraya untuk mengambil muatan buah duku yang akan dijual ke Padang.

Murniati, 40, kakak Afrizon, mengatakan adiknya itu baru satu tahun ini melakoni sopir angdes. "Malang dek awak mah, pak," lirih Murniati.

Dengan adanya salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Solok, membuat jajaran pejabat tinggi di daerah itu langsung melihat kondisi korban. Hadir waktu itu, Sekkab Solok Asrizal, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Jonedi, dan sejumlah pegawai lainnya. Sedangkan Direktur RSUD Arosuka dr Sri Efienti mengaku langsung menangani korban semaksimal mungkin. "Saat ini, kita langsung menangani korban hingga didatangi keluarganya," sebut Sri kepada Wartawan.
read more

Gaek Oknum PNS cabuli anak dibawah umur


PADANG,Zamzami, 54, terdakwa pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, dijerat dengan pasal 287 KUHP dan dituntut hukuman 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Gusnefi SH, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Padang, Rabu.

Dalam dasar penyusunan tuntutannya, Gusnefi menyatakan terdakwa telah berulang kali melakukan mencabuli korbannya "SA", dengan terlebih dahulu merayu  korban dengan membelikan korban pulsa Rp 10 ribu.

Korban yang mulai terbujuk, kemudian dibawa terdakwa ke daerah Batu Busuk untuk kemudian dicabuli. Berdasarkan keterangan terdakwa yang juga PNS di salah satu Kelurahan di Kota Padang ini dipersidangan, yang bersangkutan telah tiga kali mencabuli "SA" sejak korban berumur 12 tahun hingga korban berumur 14 tahun.

Zamzami sendiri tertangkap oleh ayah korban yang mendapati terdakwa bersama anaknya di daerah Pasar Baru, Pauh, Padang tanggal 16 September lalu. Saat itu, berdasarkan keterangan korban, dirinya kembali hendak dibawa terdakwa ke daerah Batu Busuk.

"SA" mengaku, dirinya telah dibujuk dengan pulsa Rp 10 ribu sebanyak 6 kali, sebelum terdakwa membawanya pergi. Sidang atas Zamzami akhirnya diundur hingga minggu depan oleh hakim ketua sidang, Ali Rustam SH untuk mendengarkan majelis hakim membacakan putusan atas terdakwa
read more

Rabu, 20 Januari 2010

Aset Budaya di 50 Kota perlu dilestarikan


50 KOTA,Kekayaan kabupaten Limapuluh Kota tentang objek wisata tidak diragukan lagi. Wisata alam dan sejarah (budaya), merupakan dua sisi yang menjadi primadona sebagai simbol nilai lebih daerah ini dibanding daerah lain. Lembah Harau yang mempesona tiada duanya, dan ratusan menhir yang tersebar di pelosok daerah ini yang juga sulit ditemukan di daerah lain, merupakan dua model asset yang amat mengagumkan.

Persoalannya sekarang adalah, bagaimana peran dan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi melestarikan serta melindungi asset-asset tadi ?.Peran pemerintah daerah melalui kantor terkait tentu tidak bisa diharapkan sepenuhnya. Untuk itulah, selama dua hari, Rabu dan Kamis lalu dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Limapuluh Kota mengumpulkan sekitar seratus orang  tokoh masayarakat, adat dan agama, serta juru bicara dan pelaku wisata daerah ini di sebuah hotel di Payakumbuh.

Kepala dinas (Kadis) Kebudayaan dan pariwisata Limapuluh Kota Awaluddin, Senin lalu mengatakan, bahwa Limapuluh Kota kaya akan sejarah dan purbakala, serta nilai-nilai tradisi. Dimana mempunyai lima situs megalitik benda cagar budaya beserta menhir yang tersebar di 13 kecamatan.

"Ini merupakan asset budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dilindungi. Sebab itu merupakan nilai penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta kebanggaan generasi yang akan datang. Dalam rangka menunjang pembangunan kebudayaan di daerah ini maka dinas yang kami pimpin menganggarkan program pengelolaan kekayaan budaya dengan kegiatan Fasilitasi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Kekayaan Budaya. Kegiatan ini berada dalam tupoksi bidang sejarah, purbakala dan kekayaan budaya," ujar Awaluddin .

Sasaran kegiatan yang ita laksanakan ini adalah, lanjut Awaluddin  menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan kebudayaan yang ada. Dari pelatihan yang dilakukan ini diharapkan mampu meningkatlkan sumber daya manusia dalam manajemen pengelolaan dan pengembangan kekayaan budaya di Limapuluh Kota ini, kata Awaluddin yang saat itu didampingi Muslim Dt.Mangun Kabid sejarah, purbakala dan kekayaan budaya sekaligus ketua panitia.

"Tujuan digelarnya kegiatan ini disamping untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan peninggalan sejarah dan benda cagar budaya juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masayarakat dalam mengelola kebudayaan yang masih ada dan bertahan ditengah masyarakat", ungkap kadis.

Sementara materi yang disajikan dengan beberapa orang nara sumber masing-masing, potensi cagar budaya, kebijakan pemerintah daerah dalam pelestarian peninggalan sejarah dan budaya, kemudian peran tokoh adat dan agama dalam mengembangkan kekayaan buadaya," tutur Awaluddin menjelaskan.
read more

Hujan deras membuat Batusangkar terendam Banjir


BATUSANGKAR,Hujan satu jam saja membuat sejumlah kawasan di Batusangkar  tergenang banjir. Hal ini disebabkan tidak berfungsinya saluran drainase dengan baik. Selain drainase banyak tertutupi sampah , pemeliharaan drainase oleh pemerintah juga sangat minim.

Pantauan media ini di sejumlah lokasi yaitu Parakjuar, Simpuruik, Jalan MT Haryono, Soekarno Hatta, Pagaruyung tergenang air dari saluran drainase yang tersumbat. Bahkan bekas tanah dari pembangunan Gedung Nasional juga meluber ke jalan raya. Sehingga merembes  ke jalan-jalan utama di Batusangkar. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraannya ketika harus melewati genangan air itu.

Iwan salah seorang pengendara sepeda motor menuturkan  banjir di Jalan Soekarno Hatta sudah hal yang biasa terjadi. Kendati begitu tidak ada inisiatif pemerintah untuk menghentikan kawasan itu bebas banjir. "Sudah biasa terjadi dik dan bagi kami itu sudah hal yang biasa saja. Mau bagaimana lagi dik , beginilah kondisi Batusangkar. Harusnya jalan utama seperti ini bisa bebas dari banjir, "tuturnya.

Ia juga menyebutkan harusnya pemerintah melakukan pembersihan terhadap saluran drainase yang tersumbat bukan hanya hilir mudik dengan kendaraan dinas. "Penanganan masalah banjir inikan tugasnya pemerintah. Rasanya tak mungkin mereka tidak tahu soal ini toh lihat saja banyak mobil pemda yang hilir mudik di jalan ini, "ucapnya.

Andi pengendara lainnya juga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang cendrung mengabaikan hal yang sangat penting bagi masyarakat. "Hal yang kecil seperti ini saja pemerintah tidak tanggap apalagi untuk hal yang jauh lebih besar. Tentu dari sekarang sudah ada pemikiran pemerintah untuk penanggulangan banjir ini.Malu kan kalau ada tamu ke sini lihat Batusangkar seperti ini, "ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tanahdatar Yasrial menuturkan tahun ini pihaknya hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 390 juta untuk pemeliharaan. Angka itu sudah termasuk pemeliharaan jalan, taman dan drainase. "Tahun lalu kami dapat Rp 1 miliar tapi tahun ini cuma 390 miliar. Bagaimana kami mau bergerak jika  anggaran kami sangat terbatas. Tentu kami bekerja sesuai dengan kemampuan kami, "ucapnya.

Yasrial juga menuturkan pihaknya telah mengusulkan anggaran  diatas Rp miliar pada APBD 2010 namun permintaannya di tolak. " Kami sudah usulkan diatas angka itu dan ditolak jadi mau bagaimana lagi. Tentu kami bekerja sesuai dengan dana yang ada. Kalau dilihat dari pengurangan anggaranya tentu hanya beberapa kegiatan saja yang bisa kami lakukan dan tak mungkin semuanya kami bisa lakukan dengan anggaran sebesar itu, "bebernya.

Ia juga tidak menampik pihaknya jarang melakukan pembersihan terhadap saluran drainase yang tersumbat. "Jujur kami akui memang jarang itu kami lakukan ya masalah seperti yang saya sebutkan tadi, "katanya.
read more

Selasa, 19 Januari 2010

Isu Gempa 8,5 SR beredar di Mentawai


MENTAWAI,Wakil Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, isu gempa besar lebih dari 8,5 SR akan melanda Sumatera Barat sudah menjadi informasi biasa bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai.
  
"Isu ini sudah cukup lama beredar. Bahkan, setelah gempa 7,9 SR pada 30 September 2009, isu ini kembali menguat," kata Yudas ketika dihubungi dari Padang, Selasa (19/1/2010).
  
Selasa ini, ketika mendengar isu tersebut, dia mengatakan bahwa sebagian masyarakat memilih pindah ke tempat-tempat lain yang tinggi. Namun, sebagian besar warga memilih tetap tinggal di desanya. Yudas mengungkapkan, setelah gempa 7,9 SR, dia sempat melakukan konfirmasi kepada ahli Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
 
"Saya langsung menanyakan tentang kebenaran isu gempa besar itu kepada pakar LIPI," katanya.   
  
Pakar LIPI menjelaskan bahwa kapan gempa besar itu terjadi tidak dapat diketahui. Pihak LIPI menyatakan, apabila gempa besar, Mentawai sebenarnya justru agak lebih aman, kecuali di daerah Sikabaluan karena terhitung lebih rendah.

Jangan resah



 
Menyikapi isu gempa besar tersebut, Wabup Sabaggalet mengimbau agar masyarakat tidak resah. Walau demikian, kewaspadaan harus senantiasa ditingkatkan. Pemkab Kepulauan Mentawai, kata dia, selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat menyangkut kewaspadaan terhadap gempa.
 
Menurut dia, Pemkab Mentawai sudah jauh-jauh hari menyiapkan jalur-jalur evakuasi bagi warga saat terjadi gempa besar dan tsunami. Karena wilayah Mentawai sebagian besar berbukit-bukit, maka jalur evakuasi diarahkan ke perbukitan di sekitar permukiman warga.
 
Masyarakat Mentawai, kata Wakil Bupati, juga diuntungkan dengan bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Buktinya, pada gempa 30 September 2009, tidak ada warga Mentawai yang meninggal karena tertimpa bangunan rumah.
 
Ia menyebutkan, di Mentawai saat ini sudah dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD). Pada 2009, dana Rp 30 miliar dialokasikan bagi lembaga tersebut. Dalam jangka panjang, kata dia, Pemkab Mentawai terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas penanganan bencana.
 
Pemkab Mentawai, lanjut dia, sedang memikirkan cara agar di tiap pulau di Mentawai terdapat gudang persediaan makanan. Dengan demikian, saat gempa bumi, pihak pemerintah tidak mengalami kesulitan dalam pengadaan bahan makanan karena kesulitan transportasi antarpulau.
    
Dengan demikian, camat-camat lebih mudah dalam pengambilan keputusan. Bantuan komunikasi, kata dia, juga mesti menjadi perhatian ke depan. Sebab, dengan pengalaman dari gempa sebelumnya, saluran komunikasi langsung terputus.
 
Oleh karena itu, alat komunikasi yang efektif perlu dipikirkan. Misalnya, pemkab sedang mengupayakan agar setiap desa memiliki handy talky untuk berkomunikasi.
 
Sebelumnya, sekelompok ilmuwan yang dipimpin Profesor John McCloskey, dari Enviromental Sciences Research Institute di University of Ullster, Irlandia Utara, memperingatkan ancaman gempa besar di wilayah Sumatera.
   
Karena itu, mereka meminta pemerintah bersiap mengantisipasi kemungkinan gempa yang diperkirakan bisa menimbulkan korban tewas, seperti bencana tsunami di Aceh.
 
Kelompok ilmuwan itu kemudian mengirim peringatan tersebut melalui surat di jurnal Nature Geoscience, Minggu. Para ilmuwan memperkirakan akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih dari 8,5 (magnitude) di segmen Mentawai.
read more

Bukittinggi jalin Sekolah kembar dengan Australia


BUKITTINGGI,Setelah membentuk kerjasama masalah pendidikan dengan negara lain seperti sekolah kembar dengan negara Malaysia sejak beberapa tahun lalu, berikutnya Bukittinggi akan membuka kerjasama sekolah kembar lagi dengan pemerintah Australia.

Matangnya rencana tersebut sudah dibuktikan dengan kedatangan utusan Negara Australia, Jhon Hyde ke Kota Bukittinggi untuk membicarakan rencana tersebut lebih lanjut dengan Pemko Bukittinggi pada Jumat dan Sabtu pekan kemarin. Jhon Hyde dalam kunjungannya sangat mengapresiasi pemerintah Kota Bukittinggi yang begitu ramah terhadap tamu, dan kemajuan pendidikan di Kota Bukittinggi.

Dikatakan Jhon Hyde, kalau pendidikan di Australia selain tatap muka dengan guru dalam kelas, yang paling utama itu adalah referensi atau literature.

"Kami di Australia, lebih mengutamakan penguasaan literature kepada siswa daripada tatap muka dalam kelas. Ruang perpustakaan atau toko buku lebih banyak dikunjungi siswa daripada ruang kelasnya, dan setelah siswa mendapat literature mereka akan memecahkan sesama siswa dan apabila pemecahan mereka terbentur, barulah mereka meminta guru untuk membimbing,"jelas Jhon.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ke Bukittinggi Jhon menyatakan, setelah pulang dari Bukittinggi, dia akan langsung membicarakan kerjasama sekolah kembar  dengan pemerintah Australia, melalui kedua kedutaan. " Jika segala prosedur telah selesai, maka kita akan melakukan MoU  sekolah kembar,"terangnya meyakinkan.

Dengan adanya keinginan atau rencana Pemko Bukittinggi membuka kerjasama sekolah kembar dengan Australia itu juga disambut baik seluruh kepala sekolah SLTA se Kota Bukittinggi, bahkan untuk membuktikanya, Jhon Hyde melakukan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah SLTA se Kota Bukittinggi di SMA Negeri 5 Garegeh Koto Salayan, beberapa waktu lalu. 

"Kita sangat setuju dan bahkan mendambakan kerjasama sekolah kembar dengan Autralia, sebab selain menambah pengetahuan juga menambah pengalaman para guru nantinya antar kedua Negara," kata Lasmita Kepala sekolah SMA Negeri 5 Bukittinggi yang ditemui kaba Minang di sela-sela pertemuan.

Menanggapi masalah ini, Walikota Bukittinggi Ismet Amzis didampingi ketua DPRD Rahmat Aris dan Kepala Dinas Pendidikan Yalvema Miaz menjelaskan, kalau pemko Bukittinggi ingin membuka kerjasama dengan pemerintah Australia dalam bidang pendidikan atau sekolah kembar yang akan dibentuk, bisa saja dalam bentuk pertukaran pelajar. " Namun yang sudah pasti adalah pertukaran guru, sebab banyak hal yang harus dipelajari guru-guru kita ke Australia," terang Ismet.
read more

Senin, 18 Januari 2010

BNI dirikan Rumah Bangkik Basamo di Pariaman


PARIAMAN,Kepedulian para donatur atas bencana gempa terjadi di Kabupaten Padangpariaman patut diacungkan jempol. Sebagai bentuk  merasakan penderitaan dan beban para korban, donatur-donatur tersebut berlomba-lomba memberikan bantuan. Seperti yang dilakukan PT BNI (Persero) Tbk yang bekerjasama dengan Yayasan Al-Azhar Peduli Umat.

Sebanyak 293 rumah Bangkik Basamo yang dibangun disejumlah daerah di Kabupaten Kabupaten Padangpariaman telah dapat dihuni oleh warga. Pembangunan rumah tersebut yang didanai oleh PT BNI (Persero) Tbk ini menghabiskan dana sebesar Rp1,025 miliar.

"Bantuan rumah yang diberi nama dengan "Rumah Bangkik Basamo" ini sebagai bentuk partisipasi kami dalam tahap rekonstruksi bagi para korban gempa di Sumbar khususnya di Kabupaten Padangpariaman,"ungkap Wakil Pemimpin BNI Wilayah 02 Padang, Usman saat peresmian dan penyerahan rumah Bangkik Basamo di Sikabu, Korong Padang Toboh, Kecamatan Ulakan Tapakis.

Dia mengaku bantuan yang diberikan lewat pembangunan rumah tersebut, sebagai wujud kelanjutan tanggungan sosial dari BNI kepada masyarakat yang terkena musibah gempa.  "Semoga bantuan ini dapat menimbulkan kembali semangat masyarakat untuk kuat dan bangkit menjalani kehidupan sehari-harinya,"harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Usman, PT BNI (Persero) Tbk telah memberikan bantuan sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap rekonstruksi.

BNI diakuinya terus berupaya memberikan peranannya dalam penanganan gempa di Sumbar yang dibuktikan dengan aktivitas yang telah dilakukan BNI sejak terjadinya gempa melalui tahap darurat berupa pertolongan pertama bagi para korban hingga memasuki tahap rekonstruksi seperti yang telah dilakukan lewat bantuan Rumah Bangkik Basamo ini.

"Ini sebagai salah satu ucapan terima kasih kita kepada nasabah yang selama ini telah membuat BNI besar. BNI besar bersama masyarakat, dan menjadi tanggung jawab BNI pula memberikan layanan yang baik kepada masyarakat,"tukasnya.

Dia menyebutkan, rumah Bangkik Basamo ini didesain sedemikian rupa dengan bahan dan material yang ramah terhadap gempa dan berbahan anyaman bambu serta beberapa bagian dibeton dengan semen. Bantuan ini jelas memberikan kebahagiaan tersendiri bagi warga korban gempa. Warga yang sedianya tidak memiliki rumah lagi akibat hancur diguncang gempa 30/9 lalu, ibarat mendapatkan durian runtuh.  Penantian beberapa bulan, meski bersifat sementara, rumah-rumah sementara seperti Bangkit Basamo ini sangat bermanfaat sekali bagi warga.

Kebahagiaan itu tergambar lewat ucapan terima kasih yang disampaikan warga saat penyerahan dan peresmian rumah tersebut.  Tak hanya itu, masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan pihak-pihak lain yang telah menyumbang dan peduli selama ini. Dahlan, salah seorang perwakilan warga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah berperan selama ini dan peduli dengan korban gempa. Dengan adanya rumah Bangkik Basamo ini telah dapat mengobati batin dan trauma masyarakat dari peristiwa 30/9 lalu.

"Kami sangat bersyukur dengan apa yang telah kami dapatkan," pungkasnya.Meski demikian, Dahlan dan warga lainnya masih menaruh harapan kepada pihak terkait untuk dapat juga membantu warga lain yang belum mendapatkannya.

"Masih ada warga yang belum menerimanya. Sekali lagi kami dari warga mengucapkan terima kasih dan juga berharap agar warga lain juga dapat diberikan bantuan serupa ataupun bantuan lainnya," harapnya. Wakil Pemimpin BNI Wilayah 02, Usman menyikapi aspirasi warga tersebut. Dia berjanji akan berkoordinasi kembali dengan pihaknya supaya dapat mempertimbangkan penambahan rumah Bangkit Basamo itu.

Sementara itu, Sekkab Padangpariaman, H Yuen Karnova, berharap masyarakat dapat mempergunakan sebaik-baiknya bantuan tersebut. Meski jumlahnya belum memadai Yuen meminta agar masyarakat tetap bersyukur dengan bantuan yang telah diberikan.

"Mari kita hargai bantuan tersebut dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Atas nama pemda dan masyarakat Padangpariaman, kami menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua donatur yang telah memberikan keringanan kepada kita yang memang betul-betul sangat membutuhkan bantuan,"katanya.

Yuen yakin masyarakat Padangpariaman akan segera bisa bangkit, sesuai dengan nama rumah Bangkik Basamo. Sejalan dengan program itu, Pemkab Padangpariaman telah bertekad untuk mewujudkan Padangpariaman bangkit.  "Mudah-mudahan rumah ini dapat ditambah dan diperluas lagi oleh masyarakat,"tuturnya.
read more

66% Tenaga kerja baru PT United Tractor Pekanbaru berhasil diisi oleh SMKN 2 Payakumbuh


PAYAKUMBUH,SMKN 2 Payakumbuh berhasil memenuhi 42 orang atau 66 persen dari 64 tenaga kerja  yang diminta PT United Tractor Indonesia (UTI) Cabang Pekanbaru. Rekruitmen tenaga kerja itu, berlangsung di aula SMKN2 di Bulakan Balai Kandi Payakumbuh, Minggu. Diikuti 120 siswa SMKN 2,  semua jurusan,  yang saat ini masih belajar di kelas 3.

 “Saya puas dengan rekruitmen ini. SMKN 2 Payakumbuh, membuktikan, punya siswa jaminan mutu. Tidak sia-sia, sekolah kejuruan industri ini beroleh ISO 9001/2008, tentang managemen mutu”, ucap Kepala Cabang PT UPI Ir. Muhyudi, seperti dikutip Busrizal beberapa waktu lalu.

Menurut Busrizal, begitu siswa bersangkutan menyelesaikan pendidikannya di SMKN 2, mereka langsung bekerja di PT UTI. Tidak tertutup kemungkinan, ada yang ditempatkan di perusahaan-perusahaan mitra PT UTI di Kalimantan dan di Papua, dengan penghasilan jauh lebih besar dengan PNS golongan IV,  jelas Busrizal.

Kerjasama SMKN 2 dengan PT UTI, dikatakan Busrizal, sudah berlangsung cukup lama. Tiap tahun, puluhan siswa SMKN 2 diterima di perusahaan yang bergerak di alat-alat berat ini. Jumlah yang diterima tahun ini, adalah terbesar dalam lima tahun terakhir, simpul Busrizal yang kini juga Ketua Pelaksana Pacu Kuda 7-8 Februari mendatang.
read more

Minggu, 17 Januari 2010

Penjudi Togel dan Sabung ayam diamankan Polisi


SOLOK,Tradisi mengadu ayam atau judi sabung ayam masih menjadi tradisi permainan di tengah masyarakat Kabupaten Solok. Pasalnya, di siang bolong, aparat Unit Buser Satreskrim Polres Solok baru saja menggrebek masyarakat yang tengah asyik permainan  adu ayam di Jorong Aro, Nagari Talang, Kecamatan Gunungtalang, siang hari beberapa waktu lalu. Dari operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan tujuh orang dan tujuh ekor ayam jago yang dijadikan objek judi aduan.

Pembubaran judi dengan delik mengadu ayam itu tidak pernah disangka masyarakat yang tengah menikmati pertandingan adu ayam miliknya itu. Pasalnya, kegiatan sabung ayam itu dilakukan di belakang rumah di bawah lurah.  Sehingga sulit diketahui orang banyak, kecuali peserta itu sendiri.

Naasnya, belum sempat puluhan masyarakat yang terdiri dari kaum laki-laki itu melihat ayam aduannya meraih kemenangan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara tembakan peringatan yang berasal dari salah seorang aparat berpakaian preman. Setali tiga uang, penyabung ayam itu lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari pengejaran polisi. Malangnya, tujuh orang masih berhasil dibekuk sekaligus dengan ayam jago jenis bangkok campuran milik mereka.

Kapolres Solok AKBP Ali Absar didampingi Kasat Reskrim AKP Asli Chan dan Kapolsek Gunungtalang AKP Irwan Zani memaparkan, sabung ayam masih digemari masyarakat untuk berjudi. Pasalnya, dengan ayam diadu, pemilik ayam dapat menggunakan uang untuk taruhan. "Kegiatan itu ternyata mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar TKP," lanjut Ali.

Lebih lanjut dikatakannya, tidak jarang kegiatan sabung ayam berujung pada perkelahian. Sehingga sabung ayam harus diberantas. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan anacaman hukuman tujuh tahun penjara. Hingga berita ini diturunkan, ketujuh tersangka masih menjalani pemeriksaan.

Judi Togel

Sementara itu, dua jam sebelumnya, Satreskrim juga membekuk tiga orang sedang transksi jual beli nomor judi togel berikut uang sebanyak Rp47 ribu plus dengan kertas rekap sebagai barang bukti (BB), di salah satu kedai, depan POs Pemuda, Jorong Balaipandan, Nagari Cupak, Kecamatan Gunungtalang. Ketiga tersangka itu, berinisial "R",  53, selaku penjual togel, "Rs", 32, dan "Fr", 32 selaku pembeli.

Menurut Kasat Reskrim Asli Chan, masyarakat tidak kunjung jera-jeranya melakukan judi jenis togel. Meski telah banyak pelaku diamankan polisi, ternyata tidak membuat ciut nyali warga lainnya. 
read more

Penobatan Rajo di Hulu

SITUJUAH---PERISTIWA adat bermakna besar terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang Muhammad Taufik Thaib, menobatkan Zadry Hamzah Datuak Munsoik yang merupakan pasak jalujua Luhak Limopuluah, sebagai Rajo di Hulu, Senin (15/1) siang.

Penobatan yang berlangsung di Balai Godang, Nagari Situjuah Godang tersebut, kontan membuat 'gempar' kalangan adat. Kegemparan terjadi karena dua hal.

Pertama, karena dalam kesempatan tersebut, acara yang dijadwalkan sebenarnya bukan menobatkan Rajo di Hulu. Melainkan 'malewakan' (mengumumkan) kepada khalayak ramai, bahwa gelar Datuk Munsoik yang merupakan pasak jalujua Luhak Limopuluah, telah diemban oleh  Zadry Hamzah.

Disamping itu, juga dilewakan 7 penghulu baru kepada masyarakat. Mereka masing-masing adalah Zul Asri Datuk Nan Kodo, Nurvive Datuk Paduko Tuan, Jafri Datuk Gindo Bosa, Guswardi Datuk Katumangguangan, Edi Datuk Biji Kani, Pendi Datuk Mantiko Agam, Firman Datuk Biji Nan Kuniang, dan Afrizal Datuk Naro nan Adia.

Kedua, karena jabatan Rajo di Hulu selama ini diemban oleh Datuk Marajo Simagayua dari suku Pitopang, Situjuah Banda Dalam. Sedangkan Datuk Munsoik dari kampung Tanjung, Situjuah Godang adalah pasak kunci atau 'panglima' yang bertugas membantu Rajo di Hulu.

Namun dengan kesepakatan bersama, termasuk dari para pemangku adat yang berada dalam kawasan Balai di Hulu. Penobatan Datuk Munsoik sebagai Rajo di Hulu oleh Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang, akhirnya tidak menimbulkan masalah. Malah masyarakat dan pemangku adat nampak setuju.

Apalagi, dalam kesempatan yang dihadiri Bupati Amri Darwis, Ketua DPRD Darman Sahladi, staf ahli Gubernur Sumbar Mahmuda Rivai, dan puluhan pejabat tersebut. Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang Taufik Thaib, nampak tidak langsung menobatkan begitu saja Datuk Munsoik sebagai Rajo di Hulu.

Malahan, Taufik Thaib bertanya terlebih dahulu kepada ribuan anak nagari yang hadir dalam kesempatan tersebut. "Apakah kita sepakat, menunjuk Datuk Munsoik sebagai Rajo di Hulu?"ucapnya.

Begitu ribuan orang menjawab, "sepakaaaaatt", Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang, baru menobatkan Datuk Munsoik sebagai Rajo di Hulu.


Harus Jadi Spirit Baru

Penobatan Datuk Munsoik sebagai Rajo di Hulu, membawa harapan baru bagi masyarakat. Tidak hanya masyarakat di Situjuah, namun juga warga adat di wilayah Luhak Limopuluah yang meliputi Kota payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dan sebagian Kampar, Riau.

Mereka berharap, Datuk Munsoik yang diemban Zadry Hamzah (kebetulan mantan sekretaris kabupaten), bisa mengembalikan fungsi dan peranan Rajo di Hulu. Pengembalian tersebut, tentu bukan sekedar dalam konteks nostalgia datuk-datuk tempo doeloe. Ataupun adat beradat cara lama, meminjam istilah serajawan Mestika Zed.

"Namun bagaimana agar Rajo di Hulu, bersama empat rajo lain yang dikenal sebagai pemilik ulayat Luhak Limopuluah, dapat kembali pada marwah dan fungsinya. Tentu dengan tidak mengabaikan bantuan dari 5 kunci pasak atau 5 panglima yang ada,"komentar budayawan Luhak Limopuluah, Yulfian Azrial.

Sekedar diketahui, Luhak Limopuluah memang merupakat ulayat dari 5 raja. Kelimanya, menurut "Tambo Minangkabau" karangan Bahar Datuk Nagari Basa (1966), selain Rajo di Hulu adalah Rajo di Luhak, Rajo di Lareh, Rajo di Ranah, dan Rajo di Sandi.

Rajo di Hulu kini sudah dijabat Datuk Munsoik. Rajo di Luhak diemban oleh Datuk Rajo Indo nan Mamangun dari Aia Tabik. Rajo di Lareh dijabat Datuk Paduko Marajo dari Sitanang Muaro Langkin. Rajo di Ranah dijabat Datuk Bandaro Hitam dari Payobada, Talago Gantiang. Sedangkan Rajo di Sandi, dijabat Datuk Permato Alam Nan Putiah dari Sipisang Koto Nan Gadang.

Dalam tugasnya, kelima raja dibantu dibantu oleh 5 kunci pasak yang biasa juga disebut sebagai ampang nan limo (panglima).

Mereka adalah Datuk Munsaid (Munsoik) sebagai Pasak Jalujua, Datuk Rajo Dubalang sebagai Pasak Ampang Baramban Basa, Datuk Sinaro Garang sebagai Pasak Kunci Loyang, Dt Marajo Indo sebagai Pasak Hulu atau Kungkuang Parangkok, dan Rajo Rajo Mangkuto sebagai Pasak Kunci Basi atau  Ampang Panginang.

Nah, masing-masing kunci pasak ini memiliki fungsi yang beragam.  Pasak Ampang Baramban Basa, misalnya, bertugas menjaga agar tidak masuk orang salah rupa, bercawat tidak berbaju, berdeta usang, berkain senteng, ke Luhak Limopuluah.

Kemudian Pasak Kunci Loyang bertugas mengantisipasi racun, pukau, dan sihir yang datang dari Kampar Kiri ataupun Kampar Kanan. Sedangkan Pasak Hulu atau Kungkuang Parangkok, berjaga-jaga agar orang berkulit tebal dan tahan besi dari Rao Simalunggun, tidak masuk ke Luhak Limopuluah.

Lalu, Pasak Kunci Basi atau  Ampang Panginang, memiliki tugas, mencegat para pengacau yang datang dari Mudiak (Mudik) atau Luar. Sementara Pasak Jalujua tugasnya adalah menerima sudi-siasat, aturan adat, atapun titah dari  Basa Ampek Balai dan Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang, untuk kemudian disaring dan dikabarkan ulang.

Fungsi-fungsi inilah yang semeskinya bisa dikembalikan dalam konteks kekinian. Bila tidak, percayalah, adat akan jadi romantisme masa lalu.
read more

Sabtu, 16 Januari 2010

JUSUF kALLA berikan kuliah umum di Unand


PADANG,Di tengah penjelasannya di hadapan ribuan mahasiswa Unand dan pelajar pada kuliah umum kewirausahaan, Jumat (15/1), Jusuf Kalla (JK) sempat bertanya kepada salah seorang peserta. JK menanyakan seputar latar belakang keluarga hingga cita-cita sang mahasiswa.

"Siapa yang orang tuanya berlatar belakang pengusaha?,"tanya JK.

Terlihat hanya puluhan orang yang mengangkat tangan. Tiba-tiba, mata JK memandang ke arah salah seorang mahasiswa di depannya, agak ragu-ragu mengangkat tangan. Kontan saja JK menanyakan kepada mahasiswa tersebut siapa namanya.

"Saya Erik Okto Fernandes, pak. Saya mahasiswa Fakultas Teknik Unand,"kata orang yang dimaksud.

Lalu JK menanyakan apa pekerjaan orang tuanya. Agak malu ternyata Erik menyatakan pekerjaan orang tuanya. JK kembali menanyakan dengan logat khas Bugisnya.

"Ayah saya berjualan ikan pak,"kata Erik.

JK langsung berseloroh, "Nah, bapakmu kan pengusaha juga. Kenapa tadi malu-malu? Malu sama bapakmu? Sama saja dengan memalukan pengusaha,"kata JK yang disambut tawa peserta.

JK kembali bertanya, "Enak mana jadi Pengusaha atau PNS?"

Erik menjawab, "Jadi PNS, pak,"katanya sudah agak percaya diri.

"Gaji PNS berapa? Cita-cita menjadi PNS boleh, tetapi jangan terlalu berharap menjadi PNS. Pedagang kan tidak ada pendaftarannya,"kata JK.

Erik, mahasiswa asal Pesisir Selatan ini langsung menjawab, "Kalau PNS kan hidup terjamin pak. Ada pensiunannya,"katanya kepada JK.

Kemudian JK menanggapi, "Kalau tidak mau jadi pengusaha, untuk apa kau ikut kegiatan ini?,"lagi-lagi tawa peserta meledak mendengar komentar JK.

"Lebih baik seperti saya, menjadi pengusaha dan pernah jadi Wapres". Para hadirin pun kembali tertawa mendengar jawaban JK.

Dalam kuliah umum kewirausahaan tersebut, JK didampingi oleh Sekdaprov, Firdaus K, Syafi'i Ma'arif, Bachtiar Chamsyah (mantan Menteri Sosial), Fahmi Idris(mantan Menteri Perindustrian), dan Asli Chaidir. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Buya Masoed Abidin.

Motivasi diri mengasah mental Pengusaha

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa kesuksesan orang Minang menjadi pengusaha tidak hanya mengandalkan otot, tetapi juga menfungsikan otak dengan sebaik-baiknya.

"Karena itulah orang Minang menjadi saudagar yang pintar,"kata JK dengan logat Bugisnya.

Lebih lanjut, JK yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) menyatakan bahwa terjun ke dalam dunia kewirausahaan, butuh pengalaman. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik.

"Apa perbedaan antara pengalaman dengan guru?,"tanya JK kepada ribuan peserta yang memadati ruangan PKM Unand.

Dijelaskan JK, pengalaman lahir dari menguji dahulu baru mengajar. Sementara guru, mengajar dahulu baru menguji. Lagi-lagi, tawa terdengar dari peserta.

JK menjelaskan bahwa dalam agama Islam, posisi pengusaha dijunjung tinggi. Menurutnya, menjadi pengusaha merupakan salah satu sunnah Rasul, Muhammad SAW. Karena Rasulullah, semasa hidupnya juga tercatat sebagai seorang pengusaha.

"Makanya, pengusaha itu tidak tergantung dari latar belakang pendidikan. Motivasi yang paling penting, tekad, kemauan dan optimisme,"kata JK
read more

Jelang Se abad PT Semen Padang


PADANG,Direktur utama PT.Semen Padang (PT.SP) betul-betul memperlihatkan komitmennya untuk mendorong kelestarian alam. Dalam rangkaian jelang se abad PT.SP, Maret 2010 mendatang, digelar penanaman 1000 pohon tembesi di Nagari Koto Kaciak, kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Program penghijauan sejuta pohon kerjasama PT.SP dengan Korem 032 Wirabraja sudah dilakukan di berbagai daerah di Sumbar.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kepedulian dan perhatian yang luas terhadap lingkungan, terutama dampak kerusakan yang terjadi akibat pemanasan global.

Diharapkan program PT.SP itu jadi motivasi tersendiri bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan hal serupa, yakni program peduli lingkungan.

Menurut Dirut.PT.SP Endang Irzal, program penghijauan kerjasama PT.SP dengan Korem 032 Wirabraja itu merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Untuk kegiatan penanaman pohon trembesi yang sangat luar biasa menyerap CO2, di Kabupaten Agam akan ditanam 1000 pohon masing-masing di Tanjung Raya 500 batang dan Lubukbasung 500 batang .

Endang Irzal menyebut, program ini sebagai rangkaian jelang seabad PT.SP, 1 Maret 2010 mendatang. Dimana untuk Sumbar sudah disiapkan 6500 batang.

"Ini salah satu komitmen peduli PT.SP untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat,"ulasnya .

Selain program penghijauan Endang Irzal, selaku Dirut PT.SP juga menyerahkan bantuan Rp.120 juta untuk PAUD Dahlia yang selama ini menjadi binaan PT.SP sejak berdiri.

Diharapkan Endang Irzal PAUD Dahlia bisa semakin maju dan berkembang sebagai media menyiapkan generasi siap pakai.

Dilain pihak, Bupati Agam Aristo Munandar menyebut, dukungan dan perhatian jajaran PT.SP, Korem 032 dan Kodim 0304 Agam merupakan motivasi luar biasa bagi jajaran Pemkab Agam di tengah suasana duka yang masih membelit masyarakat Agam pasca gempa, 30/9 lalu.

Komitmen peduli lingkungan di tengah ancaman pemanasan global saat ini menjadi salah satu kerangka penting dalam mendorong semua elemen masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan, melestarikan hutan dan bersama mengantisipasi upaya-upaya yang merusak lingkungan.

"Dukungan itu sangat luar biasa, karena masalah lingkungan terutama kelestarian hutan mesti menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama,"sebut Aristo Munandar.

Penanaman seribu pohon pelindung yang digelar khusus oleh PT.SP di Koto Kaciak, Tanjung Raya itu merupakan salah satu agenda penting program penghijauan dan peduli lingkungan yang beberapa waktu belakangan digelar jajaran PT.Semen Padang di Sumatera Barat.
read more

Video Post