Latest News

Perantau Luhak Nan Tuo gelar Sunatan Massal

Posted by PHITO on Selasa, 15 Juni 2010 , under | komentar (0)



BATUSANGKAR,Perantau Peduli Luhak Nan Tuo, senin (14/06/2010) gelar acara sunat masal secara gratis bagi keluarga tidak mampu  di empat Kecamatan di Kabupaten Tanahdatar. Sunat masal ini  akan dilakukan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tanahdatar dengan jumlah peserta sunat masal mencapai 1000 orang.
   
Hal itu diungkapkan Koordinator Perantau Peduli Luhak Nan Tuo Astri Asgani yang juga Ketua Indo Jalito didampingi H Yusri Tanjung (Ketua Gebu Minang wilayah NTT) seusai memonitor pelaksanaan sunat masal tersebut di Kecamatan Sungai Tarab.
     
Menurutnya, kegiatan peduli luhak Nan tuo ini sebagai dukungan dan keikutsertaan perantau mendukung pencalonan kembali M Shadiq Pasadiqoe sebagai Bupati Tanahdatar yang berpasangan dengan Hendri Anis.

Dukungan ini juga ikut mereka perlihatkan dalam bentuk aksi sosial dari rantau untuk masyarakat, khususnya dalam bentuk kegiatan sunat masal, sehingga masyarakat Tanahdatar dapat memahami bahwa kepemimpinan M Shadiq Pasadiqoe selama priode 2005-2010 telah teruji dan perlu dilanjutkan kembali.
     
Bahkan Astri Gani juga menyatakan, mereka yang datang memberi dukungan itu tidak saja perantau dari Jakarta, tapi juga datang dari NTT yaitu Yusri Tanjung, Ida Leman (Artis) dan  HJ Mery (Pengusaha Lampung) yang juga membawa langsung tim dokter dari lampung sebanyak enam orang dokter dipimpin Dr Zoel.

Sunat masal ini dilakukan dengan sistim lasser disamping itu anak-anak disunat pada umumnya diambil dari keluarga tidak mampu. Anak-anak yang disunat juga diberikan bingkisan perantau peduli luhak Nan Tuo tersebut.

"Al-hamdulilah dari empat Kecamatan telah kita laksanakan sunatan masal ini dimulai dari jam 08.00 WIB sampai 14.00 WIB ini sudah tercatat sebanyak 236 orang anak yang dilakukan sunat masal. Masing-masing Kecamatan Sungayang 42 orang anak, Kecamatan Sungai Tarab 46 orang anak, Kecamatan Tabek Patah 81 orang anak, Kecamatan Tanjung Baru 70 orang anak. Rencana besok selasa, mereka akan melakukan sunat masal lagi di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Emas, Kecamatan Padang Ganting, Kecamatan Lintau Buo dan Kecamatan Lintau Buo Utara," tutup Astri Asgani.

Lembah Anai sudah bisa dilalui,tapi belum disarankan

Posted by PHITO on Rabu, 31 Maret 2010 , under | komentar (0)



Jalan negara di Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi sudah bisa dilewati kendaraan kecil. Namun pengendara belum disarankan  untuk jalur itu.

Seorang Wartawan dari Padang, Metrison, yang melewati jalan raya Lembah Anai sekitar pukul 9.00 WIB, Rabu (31/3/2010) mengabarkan, ada 4 titik rusak berat di jalan tersebut. Tiga titik berada di Silaiang km 26-200 dari Padang, dimana badan jalan terban ke sungai, menyisakan separoh jalan yang bisa dilewati kendaraan kecil.

"Yang paling parah rusaknya jembatan ‘pergedel', sebagian badan jalan amblas, hanya bersisa sekitar 3 meter tapi masih bisa dilewati kendaraan pribadi," katanya.

Yang dimaksud jembatan ‘pergedel' adalah tempat anak-anak penjual pergedel biasa mangkal. Jembatan ini terletak di perbatasan Tanahdatar dengan Padangpariaman, sekitar 300 meter arah ke Padang dari Air Mancur.

"Jembatan pergedel nampaknya mesti dibangun ulang, tidak layak lagi untuk diperbaiki," katanya.

Sedangkan jembatan Air Mancur yang dikabarkan rusak berat hanya tertimbun material longsoran. Tapi sejak pagi tadi materialnya sudah disingkirkan dan bisa dilewati kendaraan. Terlihat sisa-sisa luapan Batang Anai dan Air Mancur di sana.

Lokasi bekas longsoran lain adalah dekat mushala setelah jembatan panjang kereta api di wilayah Padangpanjang. Longsoran material masuk ke mushala. Di jalan di atas mushala terdapat 4 rumah penduduk rusak dihantam longsor.

Truk yang sejak tadi malam terkurung di Mega Mendung sudah keluar. Sedangkan lokasi pondok-pondok wisata tanpa izin yang berdiri di pinggir sungai di Mega Mendung rusak disapu banjir.

Sementara tanda pengumuman agar tidak melewati Lembah Anai masih terpasang di Padang Luar Bukittinggi agar mengambil jalur Maninjau, di Padangpanjang agar memilih jalur Solok, serta di Sicincin agar memilih jalur Pariaman-Maninjau. Sedangkan jalur Malalak tidak dianjurkan karena juga rawan longsor.

Jalur Padang-Bukittinggi diperkirakan lumpuh seminggu

Posted by PHITO on , under | komentar (0)



PADANG---Jalan Negara Padang-Bukittinggi melewati Lembah Anai putus total dan paling cepat akan bisa dilewati satu minggu lagi.

Jalan vital menghubungi Kota Padang dan Padangpariaman dengan utara Sumatera Barat itu putus akibat 2 jembatan rusak berat dan sebagian badan jalan ambruk akibat longsor setelah hujan lebat mengguyur, Selasa (30/3/2010).

Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Pemprov Sumbar Ade Edward mengatakan, jembatan di belokan sebelum Air Terjun Lembah Anai dari Padang hancur dihantam banjir dan longsor sehingga bersisa 40 persen.

Lainnya jembatan di dekat Air Terjun, hilang disapu banjir dan longsor.

"Agar bisa dilewati harus dibuat jembatan darurat dulu, ini jelas memakan waktu," kata Ade kepada Wartawan, Rabu (31/3/2010).

Selain rusaknya dua jembatan, sejumlah badan jalan antara Air Terjun dengan Pos Polisi di belokan Silaiang runtuh dan tertimbun. Badan jalan yang runtuh tidak hanya bagian yang baru dibangunan saat pelebaran jalan, tapi juga jalan yang dibangun era Kolonial Belanda.

"Jadi selain membuat jembatan darurat juga perlu dibangun kembali badan jalan yang terban, ini butuh waktu yang lama, setidaknya paling cepat seminggu akses dari Kayutanam dan Padangpanjang untuk darurat bisa dibuka," kata Ade.

Akibat putusnya jalan utama Padang-Bukittinggi ini, kendaraan terpaksa dialihkan ke jalur Padang-Solok atau lewat jalan alternatif Koto Mambang-Malalak.

"Tapi jalur yang ke Malalak tidak kami sarankan kalau hujan turun karena masih rawan longsor, sebaiknya jalur Taman Hutan Raya Bung Hatta - Solok," kata Ade.

Lembah Anai longsor,Jalan Lintas Padang-Bukittinggi Putus

Posted by PHITO on Selasa, 30 Maret 2010 , under | komentar (0)



PADANG---Longsor hebat melanda kawasan Lembah Anai dan sekitarnya sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tadi, Selasa (30/3/2010). Menyebabkan jalur Padang-Bukittinggi terputus total.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Pemprov Sumatera Barat, Ade Edward yang sedang berada di lokasi mengatakan, longsor terjadi di sejumlah titik mulai dari jalan di bawah Bukit Berbunga Silaiang atau Cubadak Bungkuak, Padangpanjang hingga jembatan sebelum Air Mancur dari Padang.

"Saya masih terkurung di lokasi longsor Cubadak Bungkuak, ada empat rumah rusak berat tertimbun longsor di sini, tapi sekitar 20 orang penghuninya selamat," katanya lewat telepon, Selasa (30/3/2010).

Keempat rumah dihantam longsor sekitar pukul 16.00 WIB. Namun tidak terlalu merusak sehingga para penghuninya lari keluar rumah. Longsor kedua membuat batu-batu besar didorong ke dalam rumah sekitar pukul 17.00 WIB mengakibatkan keempat rumah rusak berat.

Longsor juga menyebabkan jalan tertimbun material. Untuk antisipasi antrean kendaraan, jalan menuju Lembah Anai dari arah Bukittinggi dan Singkarak sudah ditutup.

"Hujan lebat mengguyur sejak siang tadi, sebentar berhenti lalu lebat lagi," kata Ade.

Ade belum bisa memastikan lokasi-lokasi lain. Namun beberapa warga yang datang dari bawah mengabarkan sejumlah longsor juga terjadi arah ke Air Terjun. Bahkan dikabarkan jembatan permanen di belokan sebelum Air Terjun dari Padang, batas Tanahdatar dengan Padangpariaman rusak berat, sehingga tidak bisa dilewati.

"Kami belum mengetahui apakah ada korban jiwa atau tidak, tapi dikabarkan beberapa mobil ikut tertimbun dan jalur Padang-Bukittinggi kemungkinan tidak bisa pulih sampai besok," katanya.

Ade memastikan skala longsor kali ini di Lembah Anai cukup besar dan susulan longsor dikhawatirkan masih bisa terjadi.

Banjir dan Longsor tewaskan 1 orang di Pariaman

Posted by PHITO on Jumat, 26 Maret 2010 , under | komentar (0)



PARIAMAN--Hujan yang terjadi sejak Kamis (25/3/2010) siang hingga malam menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah tempat di Kabupaten Pariaman. Bahkan sebagian besar rumah korban gempa yang belum sempat diperbaiki ikut rusak.

Seorang perempuan bernama Nuraini, 50 tahun, warga Korong Lansano, Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam tewas tertimbun longsor di rumahnya. Tebing yang berada di belakang rumahnya longsor sehingga menimpa bagian belakang rumah di mana Nuraini sedang berada di dalamnya.

Sementara, sebuah rumah hancur dan hanyut di tepi Batang Galeri di Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sariak. Rumah permanen itu sepotong demi sepotong jatuh dan hanyut oleh sungai yang meluap.

"Saya hanya bisa melihat rumah saya hancur dan hanyut, juga pakaian dan barang-barang di dalamnya," kata Simar, 45 tahun, pemilik rumah itu  Jumat (26/3/2010).

Batang Galeri yang berasal dari Bukit Barisan itu dalam kondisi normal airnya cuma sedalam 10 cm dengan lebar sekitar 3 meter. Hujan lebat lebih 5 jam membuat sungai itu mulai meluap dan sekitar pukul 21.00 WIB sampai selebar 50 meter hingga 100 meter. Air baru surut Jumat (26/3/2010) pukul 7.00 WIB.

Luapan sungai itu menyebabkan ratusan rumah terendam air bahkan sampai 1,5 meter.

Kondisi ini juga terjadi pada dua sungai lainnya dari Bukit Barisan yang bermuara ke Batang Piaman. Dua sungai itu, Batang Piaman Kaciak dan Batang Piaman Gadang yang sebelumnya hanya selebar 3 meter menjadi sampai 100 meter.

Akibatnya sebuah jembatan permanen sepanjang 4 meter di Silangkuang menuju Ujuang Tanjuang rusak berat. Selain itu jalan ujung ke ujung jembatan Tonyok sepanjang 4 meter  di Guguak rusak sehingga tidak bisa dilewati.

Tak hanya merusak sawah dan bangunan, luapan sungai juga merusak areal persawahan. Menghancurkan padi yang baru ditanam dan menghanyutkan padi yang baru disabit.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Pemprov Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, Satkorlak Sumbar mengirimkan satu tim SAR ke Padangpariaman berjumlah 15 sampai 20 orang untuk membantu evakuasi korban. Tim membawa perahu karet dan kapal fiber untuk sungai dangkal.

"Bantuan logistik juga sudah dikirim, bahkan ada pula bantuan dari Pemkab Solok sejak tadi malam, bantuan logistik untuk mendukung bantuan dari Pemkab Pariaman," katanya.

Menurut Ade, banjir juga terjadi di Sintuk, Lubuk Alung dan beberapa lokasi lain yang melanda perumahan di kabupaten itu

Kuranji dilanda Banjir

Posted by PHITO on , under | komentar (0)




PADANG---Banjir juga melanda sejumlah kawasan di Sei Sapih, Kecamatan Kuranji. Air dilaporkan setinggi sekitar satu meter merendam puluhan rumah, tepatnya di daerah Ladang Kaladi, Banda Luruih, Aia Paku, Gunung Sangkur.

"Warga saat ini sibuk mengamankan barang-barangnya, agar tidak terbawa arus banjir," kata Edi Efendi, warga Kuranji beberapa saat lalu.

Sebelumnya, dilaporkan daerah terparah yang direndam banjir adalah Kecamatan Koto Tangah, Parak Laweh Kecamatan Padang Timur, dan Jalan Aru Indah Kecamatan Lubuk Begalung.

Seorang warga Parak Laweh bernama Rohmah, 70, dilaporkan tewas setelah melihat tinggi dan derasnya arus air yang mengalir ke dalam rumahnya.

Ketinggian air rata-rata satu hingga tiga meter. Jalan di kawasan itu, tidak bisa dilalui kendaraan karena air dari sungai dan banda bekali, meluap.

Saat ini, Tim Penanggulangan Bencana Kota Padang tengah mengevakuasi ratusan warga yang rumahnya terendam di kawasan tersebut.

Kabid Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang Eddy Asri kepada wartawan menyebutkan, saat ini pihaknya juga menurunkan dua perahu karet untuk menyelamatkan warga.
"Namun, (perahu karet) itu masih kurang karena banyaknya rumah warga yang terendam," ujar Eddy Asri.

Di kawasan Simpang Haru menuju Andalas, air dari bandar bekali meluap dan merendam sebagian rumah warga. "Tapi, belum begitu membahayakan. Begitu juga di daerah Nanggalo," kata Eddy.

Longsor di Solok,3 warga tewas

Posted by PHITO on Kamis, 25 Maret 2010 , under | komentar (3)




KAB.SOLOK---Longsor yang memakan korban kembali terjadi di Sumatera Barat. Kali ini longsor terjadi di  Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Rabu (24/3/2010) sekitar pukul 06.30 WIB.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat, Ade Edward mengatakan, longsor menyebabkan 3 orang tewas dan 8 luka-luka.

"Lokasinya di pinggir jalan Kota Solok sekitar 4 km menuju Muaro Kalaban, Sawahlunto," katanya. Sebanyak 7 korban luka-luka karena tertimbun dilarikan ke Rumah Sakit Tentara Kota Solok. Satu orang dilarikan ke rumah Sakit Daerah Kota Solok.
"Korban yang luka-luka bisa selamat karena cepat ditolong warga, sedangkan yang tewas tak bisa tertolong karena berada di bagian belakang rumah, tanah yang menimbun terlalu tinggi," kata Ade.
Longsor menghantam 3 rumah dan 1 bengkel mobil yang terletak di pinggir jalan raya, namun di belakangnya tebing curam setinggi 4 meter.
Meski tidak ada hujan waktu kejadian atau satu malam sebelumnya, namun tebing longsor akibat sudah banyak mengandung air disebabkan hujan terus-menerus yang turun sebelumnya.

Dampak Galodo,Payakumbuh rugi 5,4 Milyar

Posted by PHITO on , under | komentar (1)



PAYAKUMBUH---Meski Kota Payakumbuh ‘hanya’ terkena luapan galodo Gunung Sago. Namun, kerugian di kota Batiah tersebut, ternyata besar juga. Mencapai Rp 5,4 Miliar. Terdiri dari Rp 2,4 Miliar di Kecamatan Payakumbuh Selatan dan Rp 3 Miliar di Kecamatan Payakumbuh Timur.

Menurut Camat Payakumbuh Selatan Elfriza Zaharman, galodo pada Selasa sore, membuat sejumlah wilayah di kecamatannya tergenang air bercampur tanah dan kayu. Akibatnya, sekitar 30 hektare sawah mengalami kerusakan hebat. Begitupula dengan 10 petak kolam ikan warga. Disamping itu, 2 jembatan juga putus, puluhan irigasi rusak, dan 20 meter jalan terban.

“Daerah paling banyak kena adalah Kelurahan Ampangan, Kapalo Koto, dan Sawah Padang yang semuanya masuk dalam Nagari Aua Kuniang,” kata Elfriza Zaharman, camat wanita satu-satunya di Kota Payakumbuh.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Timur Dafrul Pasi menyebutkan, galodo Gunuang Sago merembes di 6 kelurahan di wilayahnya. Masing-masing  Padangalai, Balaijariang, Bodi (Nagari Aia Tabik). Kemudian, Balai Nan Tuo Tiaka, Balai Batimah, dan Kelurahan Payobasuang.

“Akibatnya, 35,5 hektare sawah tertimbun lumpur dan pasir, 1 ekor kerbau mati, jembatan gorong-gorong patah, irigasi tersier di  Padangalai dan Balaijariang, rusak sekitar 300 meter.

Atas musibah di dua kecamatan ini, Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain, Kamis (25/3/2010) sudah menggelar rapat kordinasi. Hasil rapat disepekati, satu minggu setelah kejadian, akan digelar goro tingkat nagari untuk membersihkan saluran irigasi. Kemudian, untuk sawah terkena galodo karena tak bisa ditanam padi, maka untuk dua musim panen,  pemiliknya atau petani diajak beralih tanaman.

TNI dan POLRI bersihkan sisa Galodo

Posted by PHITO on Rabu, 24 Maret 2010 , under | komentar (0)



50 KOTA---Sebanyak 300 tentara yang bertugas di Kodim 0306 Limapuluh Kota, Batalyon Infantri 131 Brajasakti, dan Zeni Tempur Padang Mengatas dibawah komando Kasdim 0306 Mayor Inf Isnaini, turun tangan membersihkan sisa-sisa galodo yang meluluh-lantakkan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (24/3).

Sehari sebelumnya, para prajurit yang setia menjaga NKRI tersebut, juga turun membersihkan lumpur dan memperbaiki jembatan yang rusak akibat galodo di Aia Kelurahan Aia Tabik, Payakumbuh Timur, dan Kelurahan Aua Kuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Mayor Inf Isnaini menyebutkan, 300 anggota TNI dikerahkan untuk membersihkan 3 lokasi galodo Gunung Sago. Masing-masing di simpang Pakan Raba'a, tempat dimana ribuan orang selalu memadatinya. Kemudian di Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Labuah Gunuang.

"Disamping itu, anggota kita juga bergotong-royong membersihkan kelas dan halaman SMP 1 Lareh Sago Halaban yang rusak berat akibat semburan material galodo Gunung Sago," ujar Mayor Inf Isnaini saat berada di Posko Penanggalungan Bencana dan Pengungsi yang berdiri di depan Kantor Camat Lareh Sago Halaban.

Selain bergotong royong dengan masyarakat, TNI yang senantiasa berada di tengah rakyat, juga mendirikan tenda dan dapur umum di Pakan Raba'a. Kemudian, membangun jembatan-jembatan darurat, sebagai pengganti sebagian dari 16 jembatan di Kabupaten Limapuluh Kota yang rubuh akibat galodo.

Polisipun Turun Tangan

Jika TNI mengerahkan 300 personelnya, para polisi yang pelindung dan pengayom masyarakat, juga turun tangan ke lokasi galodo. Bahkan saat kejadian, polisi siang-malam mengamankan lokasi dan mengatur lalu-lintas.

Menariknya, para personel polisi yang turun ke lokasi galodo, tidak hanya dari Polresta Payakumbuh yang wilayah hukumnya termasuk Lareh Sago Halaban. Petugas Polres Limapuluh Kota juga ikut turun tangan.

"Kita sengaja turun untuk memback-up Polresta Payakumbuh. Kebetulan, kita juga sudah memiliki tim penanggulan bencana," ujar Kapolres Limapuluh Kota AKBP Chairul Aziz, secara terpisah

Tewas usai melihat Galodo

Posted by PHITO on , under | komentar (0)



50 KOTA---Sepanjang dua hari terakhir, ribuan warga dari berbagai daerah di Sumbar berdesak-desakan melihat lokasi galodo di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Mereka saling kejar dengan menaiki sepeda motor dan mobil.

Akibatnya fatal, seorang warga Kelurahan Padang Tinggi, Kecamatan Payakumbuh Barat, bernama Muhammad Nur, 67, terpaksa harus kehilangan nyawa. Dia menjadi korban tabrak lari, sewaktu pulang usai melihat lokasi galodo, pada Selasa (23/03/2010).

Kasatlantas Polresta Payakumbuh AKP Andiyatna didampingi Kanit Patroli Mirwan menyebutkan, Muhammad Nur mengalami kecelakaan lalu-lintas di kawasan Tanah Sirah, Aia Tabik, Kecamatan Payakumbuh Timur.

"Waktu itu, dia mengendarai sepeda motor Supra fit BA 6471 MR dari arah lokasi galodo Gunung Sago, menuju kota Payakumbuh. Entah mengapa, sesampai di Tanah Sirah, Aia Tabik, sepeda motor yang dikendarai bertabrakan dengan sepeda motor yang pengendaranya sampai sekarang masih kami cari karena kabur," ujar Andiyatna.

Andiyatna menambahkan, setelah sepeda motornya jatuh, tubuh Muhammad Nur terpental ke aspal. Malang, saat sedang terkapar, lewatlah kendaraan lain. Diduga, kendaraan itu ikut menabrak pria yang dikampungnya tercatat sebagai pengurus masjid tersebut.

Sementara itu Fardinal, adik kandung Muhammad Nur kepada wartawan mengatakan, setelah mengalami tabrakan, kakaknya dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk mendapat pertolongan. Namun nasib berkata lain, Muhammad Nur harus menghembuskan nafas terakhir. "Kami sangat sangat sedih dan merasa kehilangan,"imbuhnya.

Sampai berita ini diturunkan, Satlantas Poltesta Payakumbuh masih melalukan identifikasi. Termasuk mencari pelaku tabrak lari dengan korban Muhammad Nur.

Rawan Kecelakaan.
Ruas Jalan Payakumbuh-Lintau yang membentang di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, dalam dua hari terakhir memang teramat padat.

Ini terjadi karena ribuan warga berbondong-bondong dari pagi sampai malam, untuk datang ke Kecamatan Lareh Sago Halaban, guna melihat daerah-daerah yang terkena galodo.

Kedatangan ribuan masyarakat, pada satu sisi diapresiasi banyak pihak. Sebagai tanda, kabar baik berhimbauan, kabar buruk berhamburan. Apalagi mereka juga datang dengan membawa beranekaram bala bantuan, utamanya kebutuhan pokok untuk korban galodo.

Namun pada sisi lain, tidak sedikit pula pihak yang menyesalkan kedatangan ribuan orang tersebut, karena hanya terkesan berekreasi saja. "Padahal, kami di Lareh Sago Halaban ini sedang berduka. Mereka malah hanya foto-foto ke sini," kata Sujarman, seorang tokoh pemuda Lareh Sago Halaban.

Kasatlantas Polresta Payakumbuh AKP Andiyatna menghimbau para pengendara kendaraan yang berkunjung ke lokasi galodo, agar mengurangi kecepatan, tetap ta'at pada aturan lalu-lintas, dan senantiasa waspada.

Sebab ruas jalan Payakumbuh-Lintau yang menjadi jalan satu-satunya menuju lokasi galodo, berukuran sempit dan rawan kecelakaan